Berita

Ketua Komisi III DPR RI, Habiburrokhman. (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Politik

DPR Ingin Semua Pelaku Dugaan Penipuan Hanania Travel jadi Tersangka

KAMIS, 18 JUNI 2026 | 18:28 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Komisi III DPR RI meminta penyidik Polda Metro Jaya segera menetapkan seluruh pihak yang bertanggung jawab dalam kasus dugaan penipuan Hanania Travel sebagai tersangka.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, usai Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi III yang membahas penanganan kasus Hanania Travel di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 18 Juni 2026. 

"Ya kita prihatin sekali dengan korban Hanania Travel ini ya. Ternyata banyak sekali, eh lebih dari 1.000 orang, 1.400 orang ya. Eh kerugiannya sementara itu dana yang ada dihitung ya, eh sekitar Rp90 miliar," kata Habiburokhman.


Menurut Legislator Gerindra ini, penyidik tidak cukup hanya menetapkan satu tersangka. Seluruh pihak yang diduga terlibat, termasuk komisaris perusahaan, harus dimintai pertanggungjawaban hukum.

"Satu, ya, kita pengen ini semua pelaku, ya, segera ditetapkan sebagai tersangka. Ada tadi katanya komisaris. Komisaris itu kan pejabat, salah satu jabatan yang aktif dalam korporasi ya, yang seharusnya juga dimintai pertanggungjawaban,” tegas Habiburokhman. 

Sebelumnya, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin, mengungkapkan hasil penyidikan mencatat terdapat 1.479 jemaah yang gagal diberangkatkan oleh Hanania Travel.

Dari jumlah tersebut, 1.021 jemaah mengajukan refund, terdiri dari 807 jemaah yang belum menerima pengembalian dana sama sekali, 178 menerima sebagian, dan 36 menerima penuh. Sebanyak 458 jemaah lainnya memilih menjadwalkan ulang keberangkatan.

Polda Metro Jaya juga membuka layanan pengaduan selama 24 jam karena jumlah korban terus bertambah.

Berdasarkan penyidikan sementara, nilai kerugian diperkirakan mencapai Rp95,22 miliar. Adapun kerugian yang telah teridentifikasi dari jemaah yang belum menerima refund mencapai Rp27,52 miliar dan berpotensi meningkat seiring bertambahnya laporan korban.

“Dengan potensi kerugian yang memungkinkan nilai tersebut masih lebih besar lagi,” ungkapnya saat mengikuti RDPU bersama Komisi III DPR RI, beberapa jam lalu.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

KPK Panggil VP PT Valbury Asia Futures di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:31

Karhutla Ancam Orangutan, Puluhan Satwa Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:23

Kepala BPGMN hingga Menkopolkam Merapat ke Istana Jelang Ratas Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:22

Ancaman MSCI, Sudah Tepat OJK Sanksi Emiten Milik Prajogo Pangestu dan Franky Widjaja

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:20

Pemerintah Jangan Anggap Remeh Hasil Survei

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Kasus Dugaan Suap, KPK Panggil Pejabat Pemkab Lombok Barat dan Staf Hotel

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Roadmap IHT Dibutuhkan untuk Jamin Kepastian Usaha

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:05

Terancam Turun Kelas, BEI Temui MSCI Sore Ini

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:51

Kasus Suap Asuransi Perkapalan Pelni, KPK Panggil Petinggi Pialang Asuransi

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:45

Komisi III DPR Dukung Kapolri Dorong MUI Kaji Fatwa soal Vape

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:39

Selengkapnya