Berita

Bangunan Hotel Sultan di Senayan, Jakarta. (Foto: RMOL/Sarah Alifia)

Politik

Barang Penghuni Hotel Sultan Dipindah ke Gudang, Batas Pengambilan 6 Bulan

KAMIS, 18 JUNI 2026 | 16:49 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Termohon eksekusi bekas Hotel Sultan di Senayan, Jakarta, diminta untuk mengambil barang-barang kepemilikan di dua gudang di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.

Berdasarkan Berita Acara Eksekusi yang dibacakan Panitera PN Jakarta Pusat, seluruh barang milik termohon yang berada di dalam objek eksekusi diinventarisasi, kemudian dipindahkan dan disimpan di dua gudang yang telah disiapkan di kawasan Cikarang Pusat dan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi.

"Terhadap barang-barang yang ditempatkan di gudang tersebut, diberi kesempatan kepada Termohon Eksekusi untuk mengambil barang-barang milik Termohon Eksekusi tersebut dalam tenggang waktu selama 6 bulan terhitung sejak hari dan tanggal Berita Acara ini dibuatkan dan ditandatangani dengan berkoordinasi kepada Pemohon Eksekusi atau kuasanya," demikian bunyi Berita Acara Eksekusi, Kamis, 18 Juni 2026. 


Kuasa hukum PPKGBK, Chandra M. Hamzah, memastikan barang-barang penghuni akan tetap dijaga selama berada di gudang.

"Kita akan menjaga barang-barang itu, menyimpannya dengan baik, kita atur, kita inventaris," kata Chandra.

Ia memperkirakan proses pendataan dan pemindahan seluruh barang membutuhkan waktu sekitar satu bulan karena jumlahnya cukup banyak.

"Perkiraannya adalah satu bulan mudah-mudahan selesai pendataan karena banyak sekali barang-barangnya," ujarnya.

Chandra menambahkan, apabila hingga batas waktu enam bulan barang-barang tersebut belum diambil, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat untuk menentukan langkah selanjutnya.

"Karena bagaimanapun Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang memerintahkan kita untuk menaruh di gudang setelah menunggu," pungkasnya.

Populer

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya