Berita

Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP PKB Jazilul Fawaid. (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Politik

PKB Minta PDIP Gentle soal Posisi di Pemerintahan: Jangan Abu-abu!

KAMIS, 18 JUNI 2026 | 15:30 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) meminta Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk bersikap tegas dalam posisi politik di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. 

Hal itu ditegaskan Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP PKB Jazilul Fawaid merespons dugaan keterlibatan PDIP dalam aksi mahasiswa belakangan ini, lantaran ada Politikus PDIP Andi Widjajanto di tengah-tengah massa.

“Saya harap, mengambil sikap yang tegas saja. Kalau di oposisi, oposisi. Jangan abu-abu. Karena, kami semua sedang berjuang keras untuk mewujudkan apa yang menjadi janji Pak Presiden. Semua program-program sudah ditata,” tegas Jazilul kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Kamis, 18 Juni 2026. 


Menurut Jazilul, PDIP harus bersikap tegas dan jelas jika memilih untuk oposisi atau berada di luar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. 

Bagi PKB, kata Jazilul, ketidakjelasan PDIP itu justru mengganggu koalisi pemerintah untuk menyukseskan program pemerintah Prabowo Subianto. 

“Jangan abu-abu sikapnya. Selama ini kan kita, ataupun yang ada di barisan pemerintah ini kan menghormati semua pendapat dari yang lain. Tapi, kalau ada kesan mengganggu, itu tidak baik untuk menjalankan program, gitu. Jadi, posisinya supaya gentle saja,” tegasnya lagi.

Mengenai sikap PDIP yang mendeklarasikan sebagai partai penyeimbang, Jazilul justru merasa heran dengan hal yang diseimbangkan dimaksud. 

“Karena selama ini memang ada kesan gitu, di sana dan di sini, belum tegas posisinya. Menyeimbangkan kayak apa? itu nggak paham. Jadi, kejadian yang ada menurut saya, lebih memastikan posisinya saja, supaya kita bisa bergerak secara baik,” pungkasnya.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Kepala BRAN Dorong 3,1 Juta Hektare Lahan Transmigrasi jadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:32

KPK Pastikan Video Penjemputan Paksa Nusron Hoax!

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:24

Quo Vadis 2 tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:23

Prabowo Setujui Kajian DEN soal Definisi Korupsi Berstandar Internasional

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:17

Penindakan 1.000 Tambang Ilegal: Kalau Tidak Sekarang, Kapan Lagi?

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:13

DPR Dorong Penguatan Koordinasi Penyaluran BBM

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:01

Gibran Terima Perwakilan WALUBI Bahas Karhutla hingga Bakti Sosial

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:50

KPK Perlu Periksa Hercules soal Uang Rp800 Juta Terkait Summarecon

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:46

Menteri Agama Optimistis Akan Ada Kebangkitan Syarikat Islam Jilid Baru

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:43

Pertamina Diusulkan Peroleh Insentif Sewa Kapal Tanker Lokal

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:41

Selengkapnya