Berita

Diskusi Islamic Economic Outlook 2026: Scenario & Strategic Options for Regional Crisis yang diselenggarakan di Bappenas, Jakarta, pada Rabu 17 Juni 2026 (Foto: Istimewa)

Bisnis

Menguji Stamina Ekonomi Indonesia di Tengah Gejolak Dunia 2026

KAMIS, 18 JUNI 2026 | 10:02 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Meningkatnya ketidakpastian global akibat dinamika geopolitik, termasuk eskalasi krisis di Timur Tengah, menuntut Indonesia untuk segera memperkuat benteng ketahanan ekonomi nasionalnya. 

Benang merah ini menjadi sorotan utama dalam sesi panel Islamic Economic Outlook 2026: Scenario & Strategic Options for Regional Crisis yang diselenggarakan di Bappenas, Jakarta, pada Rabu 17 Juni 2026. 

Diskusi yang dipandu oleh Deputi Bidang Ekonomi dan Transformasi Digital Bappenas, Vivi Yulaswati, ini berhasil merajut berbagai perspektif strategis dari kacamata pemerintah, otoritas ekonomi, hingga akademisi demi menjaga stabilitas di tengah badai global.


Dari sisi pertahanan, Direktur Pertahanan dan Keamanan Kementerian PPN/Bappenas, Erik Armundito, membuka cakrawala dengan menegaskan bahwa stabilitas keamanan merupakan fondasi utama atau enabler yang mutlak diperlukan sebelum membicarakan kesejahteraan. 

Dinamika geopolitik hari ini bukan lagi sekadar berita luar negeri, melainkan ancaman nyata yang meningkatkan risiko terhadap kedaulatan wilayah serta jalur urat nadi perdagangan global seperti Selat Hormuz.

Untuk meredam dampak tersebut, Erik menyatakan bahwa Indonesia tidak boleh pasif. 

"Indonesia perlu memperkuat kapasitas antisipasi dan menyiapkan berbagai skenario kebijakan agar tetap mampu menjaga stabilitas nasional," ujarnya, dikutip redaksi, Kamis 18 Juni 2026. 

Langkah konkret yang harus diambil mencakup modernisasi alutsista, penguatan industri pertahanan maritim, hingga kesiapsiagaan penuh dalam menghadapi perang opini dan serangan siber di ruang publik digital, sejalan dengan rencana pembangunan jangka menengah.

Menyambung tantangan fisik tersebut, aspek ketahanan di sektor riil dan finansial menjadi benteng berikutnya. 

Direktur Eksekutif Percepatan Program Ekonomi Prioritas Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Mochammad Firman Hidayat, memaparkan fakta bahwa meskipun krisis global saat ini memicu volatilitas nilai tukar rupiah dan mengerek harga di sisi produsen, masyarakat tidak perlu panik berlebih. 

Fundamental ekonomi Indonesia saat ini terbukti tetap sehat, memiliki stamina kas yang tinggi, dan posisinya berada sangat jauh dari bayang-bayang krisis moneter kelam ala tahun 1998.

kunci keberhasilan menghadapi situasi ini terletak pada kelincahan strategi negara. 

"Setiap perubahan global menghadirkan tantangan sekaligus peluang. Yang perlu dilakukan adalah memastikan Indonesia memiliki strategi yang tepat,"* tegas fIRMAN. Ia mengingatkan bahwa penutupan jalur logistik global terbukti sempat mengganggu rantai pasok industri hilirisasi nasional. 

Oleh karena itu, Indonesia harus mengambil langkah antisipatif yang nyata melalui identifikasi risiko sejak dini serta melakukan diversifikasi pasar secara masif atas komoditas non-migas strategis seperti nafta dan sulfur.

Sementara itu, dari sudut pandang akademis, penguatan fondasi dari dalam negeri harus menyentuh akar rumput agar menciptakan ketahanan yang sejati. Dekan Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB University, Irfan Syauqi Beik, menilai bahwa struktur ekonomi domestik harus dibangun di atas paradigma growth through equity atau pertumbuhan melalui pemerataan. Resiliensi ekonomi yang sesungguhnya baru akan tercipta jika pemerintah menempatkan pelaku UMKM sebagai motor penggerak utama.

Irfan juga mengingatkan bahwa persiapan menghadapi krisis bukanlah proyek dadakan. 

"Ketahanan ekonomi tidak dibangun ketika krisis terjadi, melainkan jauh sebelum itu melalui penguatan sektor produktif yang adil secara sosial," kata Irfan. 

Ia pun menawarkan optimalisasi instrumen ekonomi syariah yang memiliki potensi besar di pasar halal global. Lebih jauh lagi, Irfan mendorong adanya terobosan regulasi yang berani, salah satunya dengan memanfaatkan aset wakaf sebagai underlying asset sukuk negara demi memperkuat ruang fiskal pemerintah.

Pada akhirnya, seluruh panelis bermuara pada satu kesimpulan yang sama, yaitu ketahanan nasional hanya bisa kokoh jika dibangun di atas kebijakan yang adaptif dan inklusif. 

Sinergi yang erat antara penguatan keamanan maritim dan siber, mitigasi taktis rantai pasok global, serta pemanfaatan finansial syariah berbasis UMKM akan menjadi modal utama yang saling terkait. 

Melalui integrasi langkah-langkah strategis ini, Indonesia diharapkan tidak hanya mampu bertahan dari gejolak global, tetapi juga sukses mengamankan momentum pembangunan menuju visi besar Indonesia Emas 2045. Forum Bappenas ini pun diharapkan menjadi dokumen kompas berharga bagi para pengambil kebijakan dalam merumuskan langkah ke depan.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Budi Arie Bakal Dipolisikan soal Ucapan Percepatan Pemilu 2029

Senin, 07 September 2026 | 22:28

Teluk Bayur: Jangan Membangun Aset Tanpa Kargo

Senin, 07 September 2026 | 22:10

PLTP Gunung Ungaran Miliki Sejumlah Manfaat, Eksplorasi Layak Dilanjutkan

Senin, 07 September 2026 | 21:55

Purbaya Tak Ambil Pusing Pramono Ngotot Terbitkan Obligasi DKI Rp5,2 Triliun

Senin, 07 September 2026 | 21:35

BRI dan Serikat Pekerja BRI Tandatangani PKB 2026-2028

Senin, 07 September 2026 | 21:28

Wakapolri Minta Kecakapan Personel dalam Penanganan Bencana dan Konflik Sosial

Senin, 07 September 2026 | 21:15

Dua Pimpinan DPRD Kota Bengkulu Kompak Mangkir Panggilan KPK

Senin, 07 September 2026 | 20:50

Prabowo Instruksikan BRI dan BSI Siapkan Rekening untuk Masyarakat

Senin, 07 September 2026 | 20:48

OJK Tegaskan Tak Ada Ruang bagi Pelanggaran Keterbukaan Informasi

Senin, 07 September 2026 | 20:46

Pemerintah Siapkan OMC Atasi Sebaran Abu Anak Krakatau di Empat Provinsi

Senin, 07 September 2026 | 20:31

Selengkapnya