Berita

Ilustrasi. (Foto: Dokumentasi RMOL/Istimewa)

Nusantara

Tagihan Rumah Sakit dan Tantangan Baru Kelas Menengah Indonesia

RABU, 17 JUNI 2026 | 20:46 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Risiko kesehatan sering kali dipandang sebagai persoalan medis semata. Padahal, bagi banyak keluarga, sakit juga dapat menjadi ancaman serius terhadap kondisi keuangan. 

Di tengah meningkatnya biaya layanan kesehatan, satu kali tindakan medis dapat menghabiskan tabungan yang dikumpulkan selama bertahun-tahun dan mengganggu berbagai rencana keuangan keluarga.

Pengalaman Joko Mulyono, seorang pekerja kantoran di Jakarta, menjadi salah satu gambaran mengenai besarnya dampak ekonomi yang dapat ditimbulkan oleh risiko kesehatan. 


Dalam beberapa tahun terakhir, ia harus menjalani sejumlah tindakan medis, mulai dari operasi punggung, kolonoskopi, hingga prosedur penanganan gangguan pembuluh darah. Jika diakumulasikan, total biaya perawatan yang dibutuhkan mencapai lebih dari Rp200 juta.

Bagi banyak keluarga kelas menengah, angka tersebut bukanlah jumlah yang kecil. Pengeluaran medis dalam jumlah besar berpotensi menguras dana darurat, tabungan pendidikan anak, hingga investasi yang telah dipersiapkan untuk masa depan.

Joko mengaku tidak pernah membayangkan harus menghadapi serangkaian tindakan medis dengan nilai mencapai ratusan juta rupiah. Pengalamannya menjadi pengingat bahwa risiko kesehatan dapat datang tanpa peringatan dan sulit diprediksi.

Fenomena ini semakin relevan di tengah tren kenaikan biaya kesehatan yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. 

"Alhamdulillah, ikhtiar saya mempercayakan proteksi kesehatan dapat mengamankan finansial keluarga. Saat badai ujian sakit datang, keluarga tetap terlindungi dengan cara yang penuh keberkahan," kata Joko di Jakarta, dikutip Rabu 17 Juni 2026.

Para perencana keuangan pun kerap mengingatkan bahwa membangun aset melalui investasi saja tidak cukup. Perlindungan terhadap risiko yang dapat menggerus aset juga menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan finansial keluarga.

Vivin Arbianti Gautama, Chief Customer & Marketing Officer Prudential Syariah, menilai risiko kesehatan merupakan salah satu faktor yang paling sering mengganggu stabilitas keuangan rumah tangga. Menurutnya, banyak masyarakat baru menyadari besarnya biaya layanan medis ketika mereka atau anggota keluarganya harus menjalani perawatan intensif.

"Risiko sakit bisa datang kapan saja tanpa aba-aba. Pengalaman seperti yang dialami Pak Joko menunjukkan bahwa perlindungan kesehatan tidak hanya membantu saat menjalani perawatan, tetapi juga menjaga kondisi finansial keluarga agar tetap stabil ketika menghadapi situasi yang tidak terduga," ujar Vivin.

Ia menyebut tingginya kebutuhan perlindungan kesehatan tercermin dari besarnya nilai manfaat yang dibayarkan kepada peserta. Sejak berdiri sebagai entitas mandiri pada 2022 hingga 2025, Prudential Syariah telah membayarkan santunan dan klaim senilai Rp8,5 triliun kepada lebih dari 325 ribu peserta. Menurutnya, angka tersebut menunjukkan bahwa risiko kesehatan dan berbagai risiko kehidupan lainnya merupakan tantangan nyata yang dihadapi masyarakat Indonesia.

Bagi generasi muda yang tengah membangun karier dan mengumpulkan aset, ancaman terbesar tidak selalu berasal dari rendahnya pendapatan. Dalam banyak kasus, justru pengeluaran besar yang datang secara tiba-tiba menjadi faktor yang paling mengganggu kondisi keuangan.

Karena itu, para ahli keuangan menilai bahwa investasi dan proteksi seharusnya berjalan beriringan. Investasi berfungsi untuk menumbuhkan kekayaan, sementara proteksi berperan menjaga kekayaan tersebut agar tidak terkikis ketika risiko datang.

Pada akhirnya, pengalaman yang dialami Joko menunjukkan bahwa dampak sakit tidak hanya dirasakan pada kondisi fisik seseorang. Konsekuensi ekonominya dapat berlangsung jauh lebih lama dan memengaruhi seluruh anggota keluarga. Di tengah ketidakpastian yang selalu ada, kesiapan menghadapi risiko kesehatan menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan keuangan rumah tangga dan memastikan rencana masa depan tetap berjalan sesuai harapan.


Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya