Berita

Menteri Koperasi Ferry Juliantono dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Kawal RUU Perkoperasian: Perkuat Ekonomi Kerakyatan" yang digelar Fraksi PKS DPR RI di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 17 Juni 2026. (Foto: RMOL)

Politik

Koperasi Butuh Payung Hukum Baru agar Lebih Kompetitif

RABU, 17 JUNI 2026 | 15:07 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pemerintah mengusulkan revisi Undang-Undang Perkoperasian guna menyesuaikan regulasi dengan perkembangan zaman dan kebutuhan penguatan ekonomi kerakyatan.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan, pembaruan regulasi menjadi kebutuhan mendesak mengingat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian yang saat ini masih berlaku dinilai sudah tidak lagi relevan dengan tantangan ekonomi saat ini.

"Kenapa pemerintah mengusulkan kembali revisi Undang-Undang Perkoperasian? Karena undang-undang yang sekarang digunakan adalah Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992. Berarti sudah 34 tahun. Jadi tidak masuk akal lagi digunakan sebagai referensi atau pedoman dalam melaksanakan perkoperasian," kata Ferry Juliantono dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Kawal RUU Perkoperasian: Perkuat Ekonomi Kerakyatan" yang digelar Fraksi PKS DPR RI di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 17 Juni 2026.


Menurut Ferry, revisi undang-undang tersebut dimaksudkan untuk memperkuat koperasi sebagai penggerak ekonomi masyarakat, memperluas ruang usaha koperasi, memberikan kepastian hukum, serta meningkatkan daya saing dan kontribusi koperasi terhadap perekonomian nasional.

Ia menjelaskan, Rancangan Undang-Undang (RUU) Perkoperasian yang sedang dibahas akan menyempurnakan berbagai aspek penting dalam tata kelola koperasi.

"Perancangan Undang-Undang Perkoperasian ini menyempurnakan berbagai hal melalui penguatan aspek kelembagaan, usaha, restrukturisasi, ekosistem, pengawasan, dan penegakan hukum," ujarnya.

Selain itu, regulasi baru tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan akuntabilitas koperasi sehingga semakin dipercaya masyarakat sebagai salah satu pilar utama ekonomi nasional.

FGD yang digelar Fraksi PKS DPR RI itu menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Ketua Fraksi PKS DPR RI Abdul Kharis Almasyhari, Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Pengamat Ekonomi CORE Indonesia Dipo Satria Ramli, Anggota Komisi VI DPR RI Rahmat Saleh, perwakilan FORKOPI Kartiko Adi Wibowo, serta akademisi IPB bidang koperasi dan kewirausahaan Maryono.

Melalui forum tersebut, berbagai masukan dihimpun untuk memperkuat substansi RUU Perkoperasian agar mampu menjawab tantangan ekonomi modern sekaligus menjaga semangat gotong royong sebagai fondasi utama gerakan koperasi di Indonesia.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Ketika Gerakan Sosial Baru Menggugat Tatanan Politik

Selasa, 20 Oktober 2026 | 00:15

Ada Demo Mahasiswa, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan Monas

Selasa, 20 Oktober 2026 | 00:00

Cegah Perpecahan, Bagusnya Gibran Mundur

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:38

Ada Indikasi Dendam Politik di Balik Wacana Pelengseran Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:24

Legislator PKB Serahkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Majalengka

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:01

Realisasi Investasi Hingga Kuartal III Sentuh Rp1.539 T

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:58

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Investasi Tembus Rp3.923 Triliun

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:58

Ferry Juliantono Terpilih Jadi Presiden Syarikat Islam

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:53

Masyarakat Adat Wanam Merauke Butuh Pelatihan Pertanian Berkelanjutan

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:45

BEM-KSI Gelar Silaturahmi ke PBNU dan Beri Apresiasi ke Gus Gudfan

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:29

Selengkapnya