Berita

Presiden RI Prabowo Subianto dan Menhan Jepang Shinjiro Koizumi (Foto: Instagram)

Politik

Pertemuan Prabowo dan Menhan Jepang Sarat Pesan Geopolitik

SELASA, 16 JUNI 2026 | 04:57 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi bukan sekadar agenda diplomatik biasa. 

Di balik pemberian miniatur kapal perang legendaris Mikasa, jamuan makan malam, dan pembahasan kerja sama pendidikan pertahanan, tersimpan pesan strategis yang jauh lebih besar mengenai konfigurasi keamanan kawasan Indo-Pasifik yang sedang berubah cepat.

Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah menilai, pertemuan tersebut harus dibaca dalam konteks persaingan geopolitik global, meningkatnya ketegangan di Laut China Selatan, serta upaya negara-negara maritim untuk mengamankan jalur perdagangan internasional yang menjadi urat nadi ekonomi dunia.


Menurut Amir Hamzah, simbol yang dibawa Koizumi berupa miniatur kapal perang Mikasa memiliki makna historis yang sangat kuat.

“Ketika simbol itu diberikan kepada Presiden Prabowo yang berlatar belakang militer, pesan yang muncul adalah penghormatan terhadap kepemimpinan strategis sekaligus ajakan memperkuat kerja sama keamanan maritim,” kata Amir, dikutip Selasa 16 Juni 2026.

Amir menjelaskan bahwa posisi Indonesia dalam peta geopolitik dunia semakin strategis. Indonesia menguasai sejumlah choke point atau titik sempit pelayaran internasional yang menjadi jalur utama perdagangan global.

Selat Malaka, Selat Sunda, dan Selat Lombok merupakan koridor penting yang menghubungkan Samudra Hindia dengan Samudra Pasifik. Sebagian besar pasokan energi dan barang industri menuju Jepang, Korea Selatan, China, hingga Amerika Serikat melintasi kawasan tersebut.

“Siapa yang mampu menjaga keamanan jalur laut ini akan memiliki pengaruh besar terhadap stabilitas ekonomi global. Karena itu Jepang melihat Indonesia sebagai mitra utama yang tidak bisa diabaikan,” kata Amir.

Ia menilai Jepang saat ini sedang melakukan diversifikasi kemitraan strategis di Asia Tenggara untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan di kawasan.

Dalam perspektif Tokyo, Indonesia memiliki tiga keunggulan utama yaitu posisi geografis, stabilitas politik, dan kapasitas militer yang terus berkembang.

“Indonesia tidak masuk blok militer mana pun. Namun Indonesia membangun hubungan baik dengan semua kekuatan besar. Ini merupakan implementasi nyata politik luar negeri bebas aktif dalam konteks abad ke-21,” pungkas Amir.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Budi Arie Bakal Dipolisikan soal Ucapan Percepatan Pemilu 2029

Senin, 07 September 2026 | 22:28

Teluk Bayur: Jangan Membangun Aset Tanpa Kargo

Senin, 07 September 2026 | 22:10

PLTP Gunung Ungaran Miliki Sejumlah Manfaat, Eksplorasi Layak Dilanjutkan

Senin, 07 September 2026 | 21:55

Purbaya Tak Ambil Pusing Pramono Ngotot Terbitkan Obligasi DKI Rp5,2 Triliun

Senin, 07 September 2026 | 21:35

BRI dan Serikat Pekerja BRI Tandatangani PKB 2026-2028

Senin, 07 September 2026 | 21:28

Wakapolri Minta Kecakapan Personel dalam Penanganan Bencana dan Konflik Sosial

Senin, 07 September 2026 | 21:15

Dua Pimpinan DPRD Kota Bengkulu Kompak Mangkir Panggilan KPK

Senin, 07 September 2026 | 20:50

Prabowo Instruksikan BRI dan BSI Siapkan Rekening untuk Masyarakat

Senin, 07 September 2026 | 20:48

OJK Tegaskan Tak Ada Ruang bagi Pelanggaran Keterbukaan Informasi

Senin, 07 September 2026 | 20:46

Pemerintah Siapkan OMC Atasi Sebaran Abu Anak Krakatau di Empat Provinsi

Senin, 07 September 2026 | 20:31

Selengkapnya