Berita

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Pertamina Trans Kontinental tahun buku 2025. (Foto: Dok. Pertamina)

Bisnis

RUPST 2025, Laba Bersih Pertamina Trans Kontinental Naik 23 Persen

SENIN, 15 JUNI 2026 | 19:54 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) membukukan kinerja positif sepanjang 2025. Anak usaha Pertamina di sektor logistik energi maritim itu mencatat laba bersih sebesar Rp1,32 triliun atau tumbuh 23 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,07 triliun.

Capaian tersebut terungkap dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar di Jakarta, Senin, 15 Juni 2026.

Komisaris Utama PTK, Subagjo Hari Moeljanto menilai perseroan mampu mempertahankan pertumbuhan di tengah tantangan industri logistik maritim dan dinamika sektor energi, baik nasional maupun global.


"PTK mampu mencapai pertumbuhan positif di tengah tantangan industri logistik maritim dan dinamika sektor energi nasional maupun global. Dewan Komisaris menilai PTK berhasil menjaga keseimbangan antara pertumbuhan usaha, peningkatan profitabilitas, pengelolaan risiko, serta implementasi tata kelola perusahaan yang baik," ujar Subagjo.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PTK, Eko Cahyadi mengatakan, perseroan membukukan pendapatan usaha sebesar Rp8,4 triliun sepanjang 2025.

Sejalan dengan peningkatan pendapatan dan efisiensi operasional, PTK berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,321 triliun.

"Pertumbuhan keuangan ini sejalan dengan peningkatan pendapatan, terutama dari kegiatan layanan marine, keagenan, serta upaya peningkatan pendapatan melalui penambahan bisnis baru," kata Eko.

Menurutnya, kinerja keuangan tersebut ditopang oleh operasional yang solid. PTK berhasil menjaga keandalan 370 armada yang menghasilkan fleet commercial days sebesar 358,52 hari.

Selain itu, perusahaan mencatat commission days mencapai 120.118 hari dan commercial days sebesar 119.390 hari.

"Capaian hari kerja efektif ini mencerminkan komitmen PTK dalam menjaga setiap armada berada dalam kondisi siap layar dengan standar keamanan yang prima. Capaian ini memberikan jaminan ketersediaan armada yang tinggi, efisiensi waktu, serta layanan operasional yang maksimal bagi pemangku kepentingan dalam jangka panjang," jelasnya.

Dari sisi tata kelola perusahaan, PTK juga mencatat peningkatan kinerja dengan meraih skor assessment Good Corporate Governance (GCG) sebesar 89,46 atau masuk kategori sangat baik.

Pencapaian itu ditopang oleh penguatan sistem pengendalian internal, fungsi audit internal, peningkatan kepatuhan dan budaya integritas, penguatan manajemen risiko, hingga implementasi Anti-Bribery Management System.

PTK juga berhasil mempertahankan catatan zero fatality dan zero oil spill sepanjang tahun buku 2025.

Di bidang keberlanjutan, perusahaan menjalankan sejumlah program seperti green port, green building, serta tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) melalui penanaman mangrove, pemberdayaan masyarakat pesisir, hingga pengelolaan lingkungan operasional yang berkelanjutan.

"Hal ini menunjukkan komitmen kuat seluruh insan PTK dalam membangun budaya keselamatan kerja, keamanan operasi, dan perlindungan lingkungan yang berkelanjutan," ujar Eko.

Menghadapi 2026, PTK akan terus memperkuat daya saing usaha dengan mengedepankan aspek keamanan, keselamatan, dan operational excellence. Perseroan juga berkomitmen mendorong inovasi teknologi low carbon energy di sektor perkapalan serta digitalisasi berbagai proses bisnis.

"PTK senantiasa menghadirkan layanan maritim yang profesional, unggul, dan berdaya saing guna mendukung keberlanjutan bisnis serta ketahanan energi nasional," pungkas Eko.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya