Berita

Peserta UMKM Champion terbaik dalam program Pertapreneur Aggregator (PAG) 2025-2026. (Foto: Dok. Pertamina)

Bisnis

Strategi Jitu Pertamina Gandeng UMKM Jadi Motor Penggerak Ekonomi Daerah

MINGGU, 14 JUNI 2026 | 20:05 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Suksesnya program pembinaan ekonomi kerakyatan kini tidak lagi diukur sekadar dari bantuan modal, melainkan dari dampak sosial dan kemandirian lingkungan yang dihasilkan.

Hal inilah yang dibuktikan PT Pertamina (Persero) lewat program Pertapreneur Aggregator (PAG) 2025-2026, yang sukses mencetak 10 UMKM Champion sebagai motor penggerak ekonomi daerah.

Melalui program ini, para pelaku usaha dikembangkan menjadi 'agregator', yaitu penggerak ekosistem yang mampu membuka akses pasar, membangun kolaborasi, serta memberdayakan UMKM lain agar tumbuh dan naik kelas bersama.


Investasi sosial yang digulirkan Pertamina ini terbukti sangat efektif. Program PAG mencatat rata-rata nilai Social Return on Investment (SROI) sebesar 2,21. Artinya, setiap Rp1 investasi yang dikeluarkan Pertamina mampu menghasilkan Rp2,21 manfaat nyata di bidang sosial, ekonomi, dan lingkungan.

Untuk menjaga keberlanjutan roda usaha para peserta, Pertamina juga menggelontorkan dana hibah sarana produksi dengan total nilai Rp495 juta. Bantuan ini dialokasikan sebesar Rp345 juta untuk 10 UMKM Champion dan Rp150 juta untuk 20 UMKM semifinalis.

VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhamad Baron menjelaskan, langkah ini merupakan komitmen nyata perusahaan dalam menciptakan nilai bersama (creating shared value) melalui program TJSL.

"Program ini wujud energi untuk masyarakat. Pertamina tidak hanya membantu UMKM meningkatkan kapasitas usaha pribadi, tetapi juga membangun ekosistem kewirausahaan yang mampu menciptakan lapangan kerja baru dan memperkuat ekonomi lokal," tegas Baron dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 14 Juni 2026.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya