Berita

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: RMOLJabar)

Nusantara

KDM Tegaskan Bonus Rp1 Miliar ke Persib dari Kantong Pribadi Hasil Jual Sapi

SELASA, 09 JUNI 2026 | 05:15 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi alias KDM akhirnya buka suara terkait polemik bonus Rp1 miliar yang diberikan kepada Persib Bandung usai menjuarai kompetisi musim ini. 

Dedi menegaskan, dana tersebut bukan berasal dari APBD maupun sumber lain yang berkaitan dengan jabatannya sebagai kepala daerah, melainkan dari tabungan pribadi hasil penjualan sapi.

Penjelasan itu disampaikan menyusul ramainya pertanyaan dan kritik warganet di media sosial mengenai asal-usul dana bonus yang diberikan kepada skuad Maung Bandung.


"Saya jelaskan ya, dana yang diberikan satu miliar untuk Persib diambil dari rekening tabungan saya. Tabungan saya itu diisi di antaranya dari hasil penjualan sapi," kata Dedi melalui akun media sosial pribadinya, dikutip Kantor Berita RMOLJabar, Senin, 8 Juni 2026.

Menurut dia, banyak pihak yang mempertanyakan siapa saja pembeli sapi miliknya hingga mampu menghasilkan dana dalam jumlah besar. Menanggapi hal itu, ia mengaku siap membuka data transaksi apabila sewaktu-waktu diperlukan.

Mantan Bupati Purwakarta tersebut mengatakan, pembeli sapi miliknya cukup banyak, mulai dari masyarakat yang membeli satu ekor hingga beberapa ekor sekaligus.

"Ada yang beli satu, ada yang beli dua, ada yang beli tiga, bahkan ada yang beli empat ekor. Kalau saya sebutkan semuanya akan sangat panjang karena pembelinya banyak," ujarnya.

Dedi memastikan seluruh aktivitas penjualan sapi terdokumentasi secara lengkap dan dapat dipertanggungjawabkan. Mulai dari bukti pembayaran, data pengiriman, lokasi tujuan, hingga dokumentasi penerima sapi telah disiapkan sebagai bentuk transparansi.

"Nanti kalau suatu saat diperlukan, data-datanya sudah saya siapkan. Bukti pengiriman sapinya ada, foto pengiriman ada, foto penerimanya juga lengkap," tegasnya.

Dedi mengaku tidak mempermasalahkan berbagai kritik maupun pertanyaan yang muncul dari masyarakat terkait kebijakannya. Sebaliknya, ia memandang kritik sebagai bagian dari fungsi pengawasan publik terhadap penyelenggara pemerintahan.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada siapa pun yang mengkritik dan mengingatkan saya. Saya senang banyak yang mengingatkan, banyak yang mengkritik, dan banyak yang mencari kesalahan. Dengan cara itu saya akan terus mawas diri dan berhati-hati dalam mengambil setiap tindakan," ucapnya.

Dedi menegaskan seluruh sumber dana yang digunakannya untuk memberikan bonus kepada Persib dapat dipertanggungjawabkan. Ia berharap penjelasan tersebut dapat mengakhiri berbagai spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat terkait bonus Rp1 miliar untuk tim kebanggaan warga Jawa Barat tersebut.


Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Gandeng Boulevard Coffee, Bank Syariah Nasional Perkuat Ekosistem Transaksi Masyarakat

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 17:23

15 Tahun Mengaspal, 70 Mitra Driver Dapat Hadiah Umrah dari Gojek

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 16:11

AADI Laporkan Pengalihan Saham Hasil Buyback Lewat Bursa

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 15:12

Kebakaran di Belakang RS PIK, Asap Tebal Membubung

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 15:11

Peradi Profesional Jakarta Dilantik, Harris Arthur: Integritas Adalah Marwah Advokat

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 15:02

Purbaya Girang, Danantara Setor Dividen Rp120 Triliun ke Kas Negara

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 14:56

Chevron Siap Perluas Proyek Minyak di Venezuela

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 14:39

Kuota Internet Tak Boleh Hangus, Operator Wajib Beri Pilihan

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 14:26

Amandemen UUD 1945 Didahului Pemufakatan Jahat

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 14:12

Aktivis Senior Ingatkan Sudah Saatnya Kembali ke UUD 1945 Asli

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 13:39

Selengkapnya