Berita

Gedung Bursa Efek Indonesia. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Bisnis

Saham Big Bank Kompak Rontok

BBRI dan BBNI Ambles Lebih dari 4 Persen
SENIN, 08 JUNI 2026 | 15:02 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Saham perbankan berkapitalisasi besar kompak tertekan pada perdagangan Senin 8 Juni 2026. Empat bank besar dalam negeri kompak berada di zona merah dengan penurunan mencapai lebih dari 4 persen.

Berdasarkan data RTI Business sekitar hingga 14.41 WIB, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) masih menjadi yang paling tertekan setelah ambles 120 poin atau 4,38 persen ke level 2.620. 

Volume perdagangan tercatat mencapai 466,1 juta saham dengan frekuensi transaksi 79.540 kali dan nilai transaksi sebesar Rp1,2 triliun.


Saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) ikut merosot 130 poin atau 4,05 persen ke posisi 3.080. Sepanjang perdagangan, saham BBNI ditransaksikan sebanyak 93,6 juta saham dengan frekuensi 18.869 kali dan nilai perdagangan Rp290,1 miliar.

Sementara itu, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) anjlok 195 poin atau 3,84 persen menjadi 4.880. BBCA mencatat nilai transaksi terbesar di antara saham perbankan lainnya mencapai Rp2,5 triliun dari volume perdagangan 510,3 juta saham dan frekuensi transaksi 89.557 kali.

Adapun saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) melemah 100 poin atau 2,60 persen ke level 3.740. Volume perdagangan BMRI tercatat mencapai 288,9 juta saham dengan frekuensi 41.507 kali dan nilai transaksi sekitar Rp1,1 triliun.

Secara akumulatif, nilai transaksi empat saham bank jumbo tersebut mencapai sekitar Rp5,09 triliun dengan total volume perdagangan menembus 1,35 miliar saham.

Koreksi serentak saham perbankan ini terjadi di tengah tekanan besar di pasar keuangan domestik. 

Pelemahan rupiah di atas Rp18.100 per dolar AS dan anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke level 5.300 telah mendorong aksi jual investor pada sektor perbankan pada perdagangan hari ini.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Memutus Urat Nadi Korupsi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:54

Festival Layanan AHU Berdampak 2026 Hadirkan Edukasi ke Masyarakat, Ini Lengkapnya

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:24

Gus Yusuf Legawa Sikapi Dinamika Muktamar ke-35 NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:49

Mendesak Para Kiai Sepuh Turun Tangan Meredam Suhu Panas Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:33

Jalan Sehat jadi Cara Hanura Kalsel Konsolidasikan Pemilu 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:15

Profil 9 Ulama AHWA Muktamar NU: Sosok Kharismatik Penentu Rais Aam PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:45

TikTok dan Tokped Digugat Class Action Rp1,2 Triliun

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:11

Ini 9 Ulama AHWA Terpilih Muktamar ke-35 NU, Suara Mbah Yai Da Paling Tinggi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:46

Dikawal DPR, Tagihan Rp158 Miliar PT Pos Akhirnya Dibayar Kemensos

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:04

Kiai Rembang Cium 'Hidden Agenda' Penjegalan Caketum PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:56

Selengkapnya