Berita

Peringatan gempa di Filipina pada Senin, 8 Juni 2026 (Unggahan akun X Badan Vulkanologi dan Seismologi Filipina (Phivolcs)

Dunia

Seperti Indonesia, Filipina Keluarkan Peringatan Dini Tsunami

SENIN, 08 JUNI 2026 | 08:55 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Gempa bumi kuat berkekuatan magnitudo 7,8 mengguncang wilayah lepas pantai selatan Pulau Mindanao, Filipina, pada Senin pagi, 8 Juni 2026. 

Gempa yang terjadi pada kedalaman sekitar 10 kilometer itu memicu peringatan tsunami di sejumlah wilayah pesisir dan membuat otoritas setempat segera mengeluarkan imbauan kewaspadaan.

Badan Vulkanologi dan Seismologi Filipina (Phivolcs) memperingatkan kemungkinan munculnya gelombang tsunami dengan ketinggian lebih dari satu meter. Warga yang berada di kawasan pantai diminta menjauhi garis pantai dan tetap mengikuti informasi resmi karena gelombang tsunami dapat berlangsung selama beberapa jam setelah gempa utama.


Guncangan kuat dilaporkan dirasakan di sejumlah wilayah di Mindanao dan sekitarnya. Hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa maupun kerusakan besar, namun sejumlah bangunan dilaporkan mengalami kerusakan ringan akibat kuatnya getaran.

Data kekuatan gempa sempat berbeda di antara lembaga pemantau. Pusat Penelitian Geosains Jerman (GFZ) awalnya mencatat magnitudo 8,2 sebelum merevisinya menjadi 7,8. Sementara itu, Phivolcs melaporkan magnitudo 7,0. Otoritas Filipina masih terus memantau potensi tsunami dan melakukan pendataan dampak gempa di wilayah terdampak.

Gempa ini menjadi salah satu yang terkuat yang mengguncang Filipina dalam beberapa waktu terakhir. Sebagai negara yang berada di jalur Cincin Api Pasifik (Ring of Fire), Filipina memang kerap mengalami gempa bumi kuat dan aktivitas vulkanik.

Sementara di tanah air, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tsunami setelah mencatat gempa magnitudo 7,7 di Laut Sulawesi pada pukul 06.37 WIB. Pusat gempa berada di kedalaman 105 kilometer, sekitar 236 kilometer barat laut Tahuna, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara.

BMKG menetapkan sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak tsunami, yakni Sulawesi Utara - terutama Kepulauan Sangihe - serta Gorontalo, Sulawesi Tengah, Kalimantan Timur, dan Maluku Utara. Pemerintah daerah di wilayah tersebut diminta segera melakukan langkah pengamanan dan menyiapkan evakuasi bagi warga yang berada di kawasan pesisir.

BMKG juga mencatat gempa susulan berkekuatan magnitudo 6,5 yang terjadi 11 menit kemudian, tepatnya pukul 06.48 WIB. Masyarakat di wilayah pesisir, khususnya Kepulauan Sangihe, diimbau tetap tenang namun segera menjauhi pantai menuju tempat yang lebih tinggi serta mengikuti arahan dari BPBD dan otoritas setempat sampai situasi dinyatakan aman.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Gandeng Boulevard Coffee, Bank Syariah Nasional Perkuat Ekosistem Transaksi Masyarakat

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 17:23

15 Tahun Mengaspal, 70 Mitra Driver Dapat Hadiah Umrah dari Gojek

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 16:11

AADI Laporkan Pengalihan Saham Hasil Buyback Lewat Bursa

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 15:12

Kebakaran di Belakang RS PIK, Asap Tebal Membubung

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 15:11

Peradi Profesional Jakarta Dilantik, Harris Arthur: Integritas Adalah Marwah Advokat

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 15:02

Purbaya Girang, Danantara Setor Dividen Rp120 Triliun ke Kas Negara

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 14:56

Chevron Siap Perluas Proyek Minyak di Venezuela

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 14:39

Kuota Internet Tak Boleh Hangus, Operator Wajib Beri Pilihan

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 14:26

Amandemen UUD 1945 Didahului Pemufakatan Jahat

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 14:12

Aktivis Senior Ingatkan Sudah Saatnya Kembali ke UUD 1945 Asli

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 13:39

Selengkapnya