Berita

Sekolah Rakyat. (Foto: Istimewa)

Politik

Mensos Ungkap Sekolah Rakyat Jangkau Kelompok "Invisible"

MINGGU, 07 JUNI 2026 | 15:12 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Program Sekolah Rakyat disebut mulai menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini luput dari akses pendidikan, termasuk anak-anak yang belum pernah bersekolah maupun putus sekolah.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan temuan tersebut menjadi salah satu hasil pelaksanaan program Sekolah Rakyat yang terus diperluas pemerintah.

"Kami menemukan apa yang selama ini disebut Bapak Presiden sebagai kelompok invisible. Banyak anak yang belum pernah sekolah, tidak sekolah, atau putus sekolah," kata Saifullah Yusuf, Minggu, 7 Juni 2026.


Ia menyampaikan perkembangan program tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto, termasuk pelaksanaan open house yang digelar serentak di berbagai daerah untuk memperkenalkan proses pembelajaran kepada calon siswa dan orang tua.

Menurut Gus Ipul, peserta Sekolah Rakyat diprioritaskan berasal dari keluarga yang tercatat dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

"Yang bisa sekolah di sini adalah mereka yang berada di Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Jika belum terdata, maka akan dilakukan pemutakhiran dan ground check," ujarnya.

Saat ini, lebih dari 15 ribu siswa telah mengikuti program Sekolah Rakyat. Pemerintah juga menyiapkan tambahan lebih dari 32 ribu kursi pada tahun ajaran 2026-2027.

Dengan penambahan tersebut, jumlah peserta didik Sekolah Rakyat tahun ini ditargetkan mencapai lebih dari 45 ribu siswa.

Pemerintah selanjutnya menargetkan jumlah peserta didik Sekolah Rakyat menembus lebih dari 100 ribu siswa pada 2028, seiring pembangunan gedung permanen di berbagai daerah.



Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Ketua KNPI Merauke Ajak Generasi Muda Berkontribusi bagi Kemajuan Daerah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 04:19

Kedaulatan Teknologi Faktor Penting Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:55

PKS Desak Pemerintah Bersikap Proporsional Terkait MSCI

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:25

Solusi Kasus Business Judgement Rule Sektor Perumahan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:57

Waka BRIN Pimpin Delegasi RI Perjuangkan Space Economic di Konferensi PBB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:32

Pertamina Didorong Ambil Alih Proyek Migas Mangkrak Demi Genjot Produktivitas

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:12

KPK Endus Ada Kickback Vendor kepada Pejabat BNPB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:59

Presiden PKS Wanti-wanti Bahaya AI sebagai Senjata Fitnah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:34

Masih Atur Waktu, KPK Bantah Ada Kendala dalam Pemanggilan Nusron

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:04

Polri Utamakan Pendekatan Humanis dan Edukatif Selama Operasi Patuh 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:42

Selengkapnya