Berita

Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim. (Foto: Istimewa)

Hukum

Nadiem Makarim Bacakan Pledoi Kasus Chromebook Besok

SENIN, 01 JUNI 2026 | 15:38 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) periode 2019-2024, Nadiem Makarim, dijadwalkan membacakan nota pembelaan atau pledoi dalam perkara dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) pada Selasa, 2 Juni 2026.

Sidang dengan agenda pembacaan pledoi tersebut akan digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jalan Bungur Besar Raya No. 24, 26, dan 28, Kemayoran, Jakarta Pusat, mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai.

Pledoi merupakan pembelaan yang disampaikan terdakwa atau kuasa hukumnya setelah jaksa penuntut umum membacakan tuntutan. Dalam pledoi, terdakwa berhak memberikan tanggapan, bantahan, maupun argumentasi hukum atas seluruh dakwaan dan tuntutan yang diajukan jaksa sebelum majelis hakim menjatuhkan putusan.


Agenda ini menjadi tahapan penting dalam persidangan setelah sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Nadiem Makarim dengan pidana penjara selama 18 tahun.

Dalam tuntutannya, jaksa menilai pendiri Gojek Indonesia itu terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dalam proyek pengadaan laptop Chromebook Kemendikbudristek periode 2020-2022.

Selain pidana penjara, jaksa juga menuntut Nadiem membayar denda sebesar Rp1 miliar subsider 190 hari kurungan. Jaksa turut meminta majelis hakim menjatuhkan pidana tambahan berupa pembayaran uang pengganti sebesar Rp809,59 miliar serta Rp4,87 triliun yang disebut sebagai harta kekayaan yang tidak seimbang dengan penghasilan sah atau diduga berasal dari tindak pidana korupsi.

Apabila uang pengganti tersebut tidak dibayarkan, jaksa meminta agar diganti dengan pidana penjara selama sembilan tahun.

Dalam tuntutannya, jaksa menyebut sejumlah hal yang memberatkan terdakwa. Di antaranya, perbuatan Nadiem dinilai tidak mendukung upaya pemerintah mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Jaksa juga menilai tindak pidana korupsi yang dilakukan di sektor pendidikan telah berdampak serius terhadap upaya pemerataan kualitas pendidikan bagi anak-anak Indonesia. Selain itu, perbuatan terdakwa bersama pihak lain disebut mengakibatkan kerugian keuangan negara mencapai Rp1,56 triliun.

Tak hanya itu, negara juga disebut mengalami kerugian sebesar 44 juta dolar AS atau sekitar Rp621,38 miliar akibat pengadaan Chrome Device Management yang dinilai tidak diperlukan dan tidak memberikan manfaat.

Menurut jaksa, pelaksanaan pengadaan teknologi informasi dan komunikasi berbasis Chromebook pada periode 2020-2022 dilakukan dengan mengabaikan kualitas pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah demi memperoleh keuntungan pribadi.

Jaksa juga menyoroti adanya peningkatan harta kekayaan terdakwa yang dinilai tidak seimbang dengan penghasilan sah, yakni mencapai Rp4,87 triliun. Selain itu, sikap terdakwa yang dianggap berbelit-belit selama proses persidangan turut menjadi pertimbangan yang memberatkan.

Sidang pembacaan pledoi akan menjadi kesempatan bagi Nadiem Makarim dan tim penasihat hukumnya untuk menyampaikan pembelaan atas seluruh tuntutan yang diajukan jaksa sebelum majelis hakim melanjutkan perkara ke tahap berikutnya.



Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya