Berita

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Setpres RI)

Politik

Serangan terhadap Prabowo Sering Dimulai dari Kelompok Sentimen Negatif

SABTU, 30 MEI 2026 | 04:27 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Wartawan senior Hersubeno Arief turut merespons serangan terhadap Presiden Prabowo Subianto di media sosial alias medsos yang menunjukkan pola tidak biasa.

Hersubeno melihat operasi serangan pemicunya sering dimulai dari kelompok tertentu yang sudah memiliki sentimen negatif atau kritis terhadap Prabowo.

"Sehingga narasi tersebut menyebar secara organik oleh akun-akun pionir," kata Hersubeno dikutip dalam kanal YouTube pribadinya, Sabtu 30 Mei 2026.


Karena itulah, Hersubeno mengingatkan bahwa setiap isu yang masuk ke dalam WhatsApp Grup jangan disebar kembali tanpa verifikasi.

"Karena peran WhatsApp Grup dan influencer seringkali pengaruhnya lebih kuat dari institusi pemerintah," kata Hersubeno. 

"Apalagi sekarang banyak sekali influencer yang punya followers sangat besar," sambungnya. 

Operasi serangan, kata Hersubeno, biasanya menggunakan buzzer atau akun anonim untuk memicu isu.

"Kemudian diperkuat influencer atau akun dengan pengikut besar untuk memberi legitimasi narasi tersebut," pungkas Hersubeno.  

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Anjlok Hampir 6 Persen

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:29

Trump dan Gedung Putih Unggah Peta Baru Selat Hormuz yang Bikin Panas Iran

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:17

Wall Street Merah, Saham Teknologi Berguguran

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:04

Harvard Didenda Rp947 Miliar atas Skandal Penjualan Bagian Tubuh Jenazah

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:03

Dolar AS Bergerak Terbatas, Indeks DXY Menguat Tipis di Level 99,63

Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:47

Logam Mulia Serempak Anjlok Dihantam Naiknya Imbal Hasil Obligasi

Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:25

Bursa Eropa Loyo, Saham Teknologi Berguguran

Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:06

Konsep Ketahanan Iklim Ala Indonesia Menggema di Forum Menteri LH Anggota BRICS

Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:59

Kenaikan Anggaran Pendidikan Harus Wujudkan Sekolah Dasar Gratis

Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:32

42 Pemegang Izin Kehutanan Ditindak Gegara Karhutla

Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:19

Selengkapnya