Berita

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Ade Suherman. (Foto: F-PKS)

Nusantara

Ade Suherman Minta Pemprov DKI Gercep Tangani Jalan Ambles di Lenteng Agung

JUMAT, 29 MEI 2026 | 09:05 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Ade Suherman, meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan instansi terkait bergerak cepat alias gercep menangani jalan ambles yang terjadi di kawasan Jalan Raya Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi di jalur arah Jakarta menuju Depok dan menyebabkan satu lajur jalan tidak dapat digunakan sehingga mengganggu aktivitas lalu lintas warga.  

Ade Suherman menilai kejadian ini tidak boleh dianggap sebagai persoalan teknis biasa, karena menyangkut langsung keselamatan pengguna jalan dan kualitas pengawasan pekerjaan infrastruktur di lapangan.


“Keselamatan warga harus menjadi prioritas utama. Penanganan darurat memang penting, tetapi yang lebih penting adalah memastikan kejadian seperti ini tidak terus berulang,” ujar Ade Suherman, Jumat, 29 Mei 2026.

Ia meminta instansi terkait segera melakukan perbaikan permanen, audit penyebab amblesnya jalan, serta memastikan keamanan struktur di sekitar lokasi agar tidak membahayakan masyarakat.

Menurut Ade, jalan ambles di ruas padat seperti Lenteng Agung memiliki risiko tinggi karena dilalui ribuan kendaraan setiap hari, termasuk kendaraan roda dua yang paling rentan mengalami kecelakaan.

“Jangan sampai masyarakat menjadi korban akibat lemahnya pengawasan pekerjaan utilitas maupun kualitas pengerjaan di lapangan,” tegasnya.

Ade juga menyoroti pentingnya pengawasan lintas instansi terhadap berbagai pekerjaan galian utilitas yang belakangan sering dikeluhkan masyarakat karena dinilai mengganggu aktivitas warga dan lalu lintas.

Politikus PKS itu menilai koordinasi antarinstansi masih perlu diperkuat, terutama terkait standar pengerjaan, pengawasan pasca-penutupan galian, serta tanggung jawab pemeliharaan jalan.

“Sering kali setelah pekerjaan selesai, pengawasan ikut selesai. Padahal dampaknya baru dirasakan masyarakat beberapa minggu atau beberapa bulan kemudian,” katanya.

Sebagai anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta yang membidangi sektor perekonomian dan pelayanan publik, Ade menilai gangguan infrastruktur jalan juga berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

Kemacetan, kerusakan jalan, hingga potensi kecelakaan disebut dapat menghambat mobilitas pekerja, distribusi usaha, dan aktivitas warga sehari-hari.

Karena itu, ia meminta Pemprov DKI Jakarta tidak hanya fokus pada percepatan proyek, tetapi juga memastikan kualitas pekerjaan dan keselamatan publik tetap menjadi standar utama.

Ade turut meminta adanya evaluasi terhadap kontraktor maupun pelaksana pekerjaan apabila ditemukan kelalaian dalam proses pengerjaan dan pengawasan.

“Jakarta menuju kota global tidak cukup hanya membangun proyek. Yang paling penting adalah memastikan pembangunan dilakukan dengan standar keselamatan dan pengawasan yang baik,” tutup Ade Suherman.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

UPDATE

KSP Kawal Pembangunan MRT Jakarta sebagai Proyek Strategis Nasional

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:24

BI Rate Naik Lagi Jadi 5,75 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:19

Putusan Hakim Tegaskan Keabsahan Tanda Tangan Ketum PPP dan Wasekjen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

PPKGBK Memverifikasi Penghuni Hotel Sultan Usai Eksekusi Pengosongan

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

Pemerintah Harus Benahi Kebijakan Domestik agar Investor Tak Kabur

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:10

PKB Usul Ambang Batas Parlemen 5 Sampai 7 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:01

Disinggung Aliran Duit ke Gus Yaqut, Fuad Hasan: Bahaya Kamu!

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:57

UMKM Binaan Pertamina Gelar Promo Gila-gilaan di Jakarta Fair 2026

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:55

Rapimnas II di Banten, KAMMI Teguhkan Arah Gerakan Kebangsaan

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:51

Pertamina Patra Niaga Pastikan Harga BBM Nonsubsidi Ikuti Formula Pasar

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:48

Selengkapnya