Berita

Ilustrasi. (Foto: Freepik)

Bisnis

Besok, Rupiah Diramal Tembus Rp18.000 per Dolar AS

KAMIS, 28 MEI 2026 | 13:24 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Nilai tukar rupiah diproyeksi tembus ke level psikologis baru, Rp18.000 per dolar AS pada perdagangan Jumat 29 Mei 2026. 

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, rupiah berpotensi terus tertekan setelah sempat menyentuh level Rp17.887 per dolar AS pada perdagangan Kamis, 28 Mei 2026.

“Ada kemungkinan hari besok pembukaan pasar di hari Jumat rupiah ini akan mendekati level Rp18.000. Kemungkinan besar,” kata Ibrahim dalam analisisnya.


Pelemahan mata uang Garuda itu, kata Ibrahim, dipicu kombinasi tekanan domestik dan memanasnya konflik geopolitik global.

Menurut Ibrahim, faktor domestik menjadi salah satu pemicu utama pelemahan Rupiah. Ia menyoroti kenaikan harga minyak dunia, tingginya kebutuhan dolar untuk impor energi, pembayaran dividen, hingga masyarakat yang mulai memindahkan tabungan ke valuta asing.

Selain itu, ia juga menyinggung besarnya beban pembayaran bunga utang jatuh tempo yang mencapai Rp600 triliun.

“Walaupun banyak pejabat termasuk Menteri Keuangan mengatakan Rupiah akan menguat, tetapi rupanya Rupiah akan melemah. Jadi bahasa menguat ini saya tidak tahu alasannya seperti apa bagi mereka, tetapi apakah itu hanya untuk hiburan atau tidak,” ujarnya.

Ibrahim juga mengkritik pengelolaan sejumlah program pemerintah seperti MBG dan Koperasi Merah Putih yang dinilai memicu kekhawatiran investor asing.

“Pasar sekarang tertuju terhadap Koperasi Merah Putih yang manajemennya amburadul, yang kemungkinan besar merugikan negara sebesar total Rp45 triliun,” kata Ibrahim.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat arus modal asing keluar cukup deras selama periode libur panjang.

Ia menambahkan, langkah intervensi yang dilakukan Bank Indonesia dinilai belum mampu menahan tekanan besar dari faktor internal maupun eksternal.

Sementara dari sisi global, Ibrahim menilai ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan Eropa Timur turut memperburuk sentimen pasar.

Ia menyoroti meningkatnya eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran, serta perang Rusia-Ukraina yang dinilai mendorong harga minyak dunia melonjak.

“Ketegangan di Timur Tengah maupun Eropa membuat harga minyak kembali naik di atas 92 dolar AS bahkan sekarang di 96 dolar AS,” jelasnya.

Kenaikan harga minyak dan biaya logistik global tersebut, lanjut Ibrahim, berpotensi memicu lonjakan inflasi tidak hanya di Amerika Serikat tetapi juga secara global.

Pada perdagangan sore ini, Ibrahim memprediksi rupiah akan tertekan 100 poin ke level Rp17.900 per dolar AS.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Ketika Gerakan Sosial Baru Menggugat Tatanan Politik

Selasa, 20 Oktober 2026 | 00:15

Ada Demo Mahasiswa, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan Monas

Selasa, 20 Oktober 2026 | 00:00

Cegah Perpecahan, Bagusnya Gibran Mundur

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:38

Ada Indikasi Dendam Politik di Balik Wacana Pelengseran Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:24

Legislator PKB Serahkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Majalengka

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:01

Realisasi Investasi Hingga Kuartal III Sentuh Rp1.539 T

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:58

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Investasi Tembus Rp3.923 Triliun

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:58

Ferry Juliantono Terpilih Jadi Presiden Syarikat Islam

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:53

Masyarakat Adat Wanam Merauke Butuh Pelatihan Pertanian Berkelanjutan

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:45

BEM-KSI Gelar Silaturahmi ke PBNU dan Beri Apresiasi ke Gus Gudfan

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:29

Selengkapnya