Berita

Ilustrasi. (Foto: Generate AI)

Bisnis

Belum Hari Kemerdekaan, Rupiah Sudah di Atas Rp17.845 per Dolar AS

KAMIS, 28 MEI 2026 | 10:10 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Nilai tukar Rupiah kembali tertekan terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis, 28 Mei 2026. 

Berdasarkan data Bloomberg, Rupiah berada di level Rp17.858 per Dolar AS atau melemah 57 poin setara 0,32 persen dibanding perdagangan sebelumnya. 

Ini menjadi level terlemah sepanjang sejarah baru, dan melampaui angka yang dikhawatirkan masyarakat menjelang Hari Kemerdekaan RI, yaitu di level Rp17.845 per Dolar AS.


Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai pergerakan Rupiah saat ini tidak sejalan dengan fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai masih kuat.

“Kan fundamentalnya bagus, sebetulnya nggak masuk akal. Rupiah melemah itu kalau ada gangguan,” ujar Purbaya saat ditemui di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta pada Rabu, 27 Mei 2026.

Ia juga sempat berkelakar ketika ditanya mengenai evaluasi pemerintah atau stress test terhadap tekanan Rupiah.

“Ya saya yang stres hahaha,” katanya.

Meski melemah, Purbaya menyebut imbal hasil (yield) di pasar obligasi Indonesia mengalami penurunan. Hal ini, kata Purbaya tak terlepas dari aksi pemerintah melakukan intervensi di pasar Surat Berharga Negara (SBN) atau treasury operation demi meniaga stabilitas nilai tukar.

Menurutnya, selama pasar obligasi Indonesia terkendali, aliran modal asing akan masuk. Ke depan, ia mengatakan akan ada aksi lagi untuk menjaga nilai tukar Rupiah.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Ketika Gerakan Sosial Baru Menggugat Tatanan Politik

Selasa, 20 Oktober 2026 | 00:15

Ada Demo Mahasiswa, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan Monas

Selasa, 20 Oktober 2026 | 00:00

Cegah Perpecahan, Bagusnya Gibran Mundur

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:38

Ada Indikasi Dendam Politik di Balik Wacana Pelengseran Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:24

Legislator PKB Serahkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Majalengka

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:01

Realisasi Investasi Hingga Kuartal III Sentuh Rp1.539 T

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:58

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Investasi Tembus Rp3.923 Triliun

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:58

Ferry Juliantono Terpilih Jadi Presiden Syarikat Islam

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:53

Masyarakat Adat Wanam Merauke Butuh Pelatihan Pertanian Berkelanjutan

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:45

BEM-KSI Gelar Silaturahmi ke PBNU dan Beri Apresiasi ke Gus Gudfan

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:29

Selengkapnya