Berita

Ilustrasi (Gambar: Imagined by Babbe)

Bisnis

Wall Street Hijau, Dow Jones Cetak Rekor

KAMIS, 28 MEI 2026 | 08:20 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Indeks saham Wall Street menguat terdorong turunnya harga minyak dunia dan optimisme pasar terhadap meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. 

Dikutip dari CNBC International, indeks Dow Jones Industrial Average naik 182,60 poin atau 0,36 persen ke level 50.644,28. Level tersebut menjadi rekor penutupan tertinggi baru bagi indeks berisi 30 saham unggulan AS itu. Sementara itu, S&P 500 naik tipis 0,02 persen ke 7.520,36 dan Nasdaq Composite menguat 0,07 persen ke 26.674,73.

Sentimen positif datang setelah harga minyak mentah AS anjlok lebih dari 5 persen ke kisaran 88 Dolar AS per barel. Penurunan terjadi usai media pemerintah Iran melaporkan komitmen Teheran untuk memulihkan lalu lintas komersial di Selat Hormuz ke kondisi normal dalam waktu satu bulan. Meski demikian, Gedung Putih membantah laporan tersebut dan menyebutnya sebagai “kebohongan belaka”.


Di sektor teknologi, reli saham chip mulai kehilangan tenaga setelah melonjak tajam dalam beberapa hari terakhir. Saham Micron Technology yang sebelumnya meroket lebih dari 19 persen masih ditutup naik 3,6 persen, meski sempat melemah dari level tertinggi harian. Sementara itu, Qualcomm turun sekitar 6 persen dan Intel terkoreksi sekitar 1 persen.

Sebelumnya, saham Micron melonjak setelah UBS menyebut nilai saham perusahaan itu masih berpotensi naik lebih dari dua kali lipat berkat tingginya permintaan chip memori untuk kebutuhan kecerdasan buatan (AI). Investor saat ini memang terus memburu saham-saham semikonduktor yang terkait dengan booming AI global.

Namun, sejumlah analis mulai mengingatkan valuasi saham chip sudah terlalu mahal. Kepala Strategi Pasar Great Valley Advisor Group, Eric Parnell, mengatakan dampak AI memang sangat besar bagi industri teknologi, tetapi kenaikan harga saham semikonduktor dinilai sudah jauh melampaui nilai wajarnya.

“Ledakan saham chip saat ini bisa saja diikuti siklus penurunan seperti yang sering terjadi sebelumnya,” ujar Parnell.

Saham JPMorgan juga menjadi sorotan setelah turun sekitar 2 persen. Pelemahan terjadi usai CEO Jamie Dimon mengungkapkan bank terbesar AS itu berpotensi menggelontorkan dana hingga 20 miliar Dolar AS untuk akuisisi dalam beberapa tahun ke depan.

Di sisi lain, saham Apple kembali mencetak rekor tertinggi baru dan menguat untuk keenam kalinya dalam tujuh sesi perdagangan terakhir. Kapitalisasi pasar Apple kini mencapai sekitar 4,5 triliun Dolar AS, hanya berada di bawah Nvidia dan Alphabet.

Sektor keamanan siber justru mengalami tekanan besar. Saham Zscaler anjlok lebih dari 31 persen setelah perusahaan memberikan proyeksi pendapatan kuartalan yang mengecewakan. Pelemahan itu turut menyeret saham Palo Alto Networks dan CrowdStrike.

Sementara saham perusahaan berkapitalisasi kecil juga melanjutkan penguatan. Indeks Russell 2000 sempat menyentuh rekor tertinggi baru, didorong lonjakan saham Abercrombie & Fitch serta Dycom Industries setelah keduanya melaporkan kinerja yang lebih baik dari perkiraan pasar.

Meski Wall Street masih bergerak di area positif, sejumlah analis mulai memperingatkan potensi koreksi pasar pada musim panas tahun ini. Strategi Bank of America menyebut reli saham AS mulai kehilangan tenaga dan investor sebaiknya mulai bersikap lebih defensif menghadapi risiko penurunan pasar dalam beberapa bulan mendatang.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya