Berita

Juru Bicara Partai Gerindra, Bahtra Banong. (Foto: Fraksi Partai Gerindra)

Politik

Gerindra Minta Lawatan Prabowo ke Prancis Jangan Dipolitisasi

SELASA, 26 MEI 2026 | 22:46 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Partai Gerindra menegaskan lawatan Presiden Prabowo Subianto ke Prancis yang bertepatan dengan perayaan Iduladha 1447 Hijriah murni agenda diplomasi strategis negara.

Juru Bicara Partai Gerindra, Bahtra Banong mengatakan, kegiatan kenegaraan Presiden Prabowo ke Perancis merupakan agenda yang telah direncanakan jauh hari.

“Ini bukan perjalanan pribadi presiden, tetapi tugas negara. Agenda kenegaraan seperti ini disusun melalui komunikasi diplomatik antarnegara yang panjang dan terukur. Kebetulan waktunya bertepatan dengan Iduladha,” ujar Bahtra kepada RMOL, Selasa, 26 Mei 2026


Namun berdasarkan perkembangan saat ini, dia menyayangkan adanya pihak-pihak yang memelintir agenda diplomasi Kepala Negara menjadi polemik politik, hanya karena bertepatan dengan momentum Iduladha.

Menurut Bahtra, di tengah situasi geopolitik dan ekonomi global yang semakin tidak pasti, Presiden Prabowo justru sedang memperjuangkan kepentingan nasional melalui penguatan hubungan strategis Indonesia dengan Prancis yang dapat menjadi mitra Indonesia di bidang pertahanan, investasi, teknologi, energi, dan industri strategis.

Apalagi, Wakil Ketua Komisi II DPR ini menilai hubungan Presiden Prabowo dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron, sangat erat dalam setahun terakhir, karena sebelumnya Prabowo menjadi tamu kehormatan dalam peringatan Bastille Day tahun 2025 lalu.

"Sebuah penghormatan diplomatik khusus yang tidak diberikan kepada semua pemimpin dunia. Yang harus dilihat publik adalah manfaat konkret untuk bangsa," tutur Bahtra.

"Mulai dari peluang investasi, penguatan ekonomi, transfer teknologi, hingga peningkatan posisi tawar Indonesia di tingkat global. Jangan agenda negara dipersempit menjadi framing simbolik yang bernuansa politis,” tandasnya.

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Anjlok Hampir 6 Persen

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:29

Trump dan Gedung Putih Unggah Peta Baru Selat Hormuz yang Bikin Panas Iran

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:17

Wall Street Merah, Saham Teknologi Berguguran

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:04

Harvard Didenda Rp947 Miliar atas Skandal Penjualan Bagian Tubuh Jenazah

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:03

Dolar AS Bergerak Terbatas, Indeks DXY Menguat Tipis di Level 99,63

Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:47

Logam Mulia Serempak Anjlok Dihantam Naiknya Imbal Hasil Obligasi

Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:25

Bursa Eropa Loyo, Saham Teknologi Berguguran

Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:06

Konsep Ketahanan Iklim Ala Indonesia Menggema di Forum Menteri LH Anggota BRICS

Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:59

Kenaikan Anggaran Pendidikan Harus Wujudkan Sekolah Dasar Gratis

Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:32

42 Pemegang Izin Kehutanan Ditindak Gegara Karhutla

Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:19

Selengkapnya