Berita

Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PKB, Eva Monalisa. (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Politik

UMKM Naik Kelas Perlu Akses Pembiayaan dan Pasar, Bukan cuma Teori

SELASA, 26 MEI 2026 | 15:12 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Upaya mencetak wirausaha baru dan mendorong UMKM naik kelas tidak bisa hanya mengandalkan pendidikan kewirausahaan yang bersifat teoritis.

Begitu disampaikan Anggota Komisi VII DPR Fraksi PKB, Eva Monalisa, dalam diskusi Dialektika Demokrasi bertajuk “Mencetak Entrepreneur Baru, Mendorong UMKM Naik Kelas” di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa 26 Mei 2026.

"Namun saya menekankan bahwa ini tidak boleh hanya berhenti di teori. Jadi, harus terintegrasi dengan akses pembiayaan inkubasi bisnis dan konektivitas pasar itu agar benar-benar melahirkan interpreneur,” ujar Eva.


Menurutnya, tantangan yang dihadapi pelaku UMKM di Indonesia masih cukup kompleks. Karena itu, berbagai kebutuhan dasar bagi wirausaha harus dipenuhi secara bersamaan agar mampu bersaing dan berkembang.

“Karena kita belum mencapai apa yang dibilang UMKM naik kelas kalau dibandingkan dengan negara-negara seperti Vietnam ya, karena memang kita juga perlu pendampingan dari pemerintah,” ujar Eva.

Eva menambahkan, persoalan yang dihadapi pelaku usaha tidak hanya berkaitan dengan modal. Banyak UMKM yang telah memiliki produk dan pembiayaan, tetapi masih kesulitan memperluas pasar karena minimnya akses informasi dan pendampingan.

“Kita itu perlu akses pasar dan juga pendampingan dari pemerintah, itu yang kita perlukan selain dari modal,” kata Eva. 

Sebab, kata Eva, terkadang di Indonesia ini ada entrepreneur yang sudah punya modal, lalu punya produk untuk dijual, tetapi mereka tidak tahu harus memasarkan ke mana.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Hari Buruh, Wall Street Libur

Selasa, 08 September 2026 | 08:29

Krakatau Steel Rombak Direksi, Segini Pendapatan KRAS Semester I-2026

Selasa, 08 September 2026 | 08:15

Konflik Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dekati 100 Dolar AS

Selasa, 08 September 2026 | 07:57

OJK Wajibkan Free Float 15 Persen, Tegaskan Transparansi Tanpa Kompromi

Selasa, 08 September 2026 | 07:40

Saat Batu Bara Tertekan, UNTR Makin Mesra dengan Emas

Selasa, 08 September 2026 | 07:21

Anak Krakatau Erupsi, Kursi Bos Krakatau Steel Berganti

Selasa, 08 September 2026 | 07:01

Nellava Group dan Emas Now Pilih Jalur Hukum Hadapi Serangan di Ruang Digital

Selasa, 08 September 2026 | 06:50

Pemerintah Dituntut Siapkan Anggaran dan Kesiapsiagaan Logistik terkait Bencana

Selasa, 08 September 2026 | 06:09

Kewajiban Moral Lindungi Rakyat dari Manipulasi Harga dan Mutu Beras

Selasa, 08 September 2026 | 05:44

Empat Pejabat Kejagung Diduga Terima Rp40 Miliar dari Tan Kian, Ini Tanggapan Kapuspenkum

Selasa, 08 September 2026 | 05:27

Selengkapnya