Berita

Bedah buku “KH Abdul Wahab Hasbullah: Pendiri NU Penggerak NKRI” bertema The Mastermind of Movement di UIN Raden Intan Lampung (Foto: Istimewa)

Politik

Masa Depan Pesantren dan Moderasi dalam Spirit Kiai Wahab

SENIN, 18 MEI 2026 | 14:14 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Spirit perjuangan KH Abdul Wahab Hasbullah dinilai tetap relevan dalam memperkuat moderasi beragama, nasionalisme, dan transformasi pesantren di tengah tantangan sosial-keagamaan modern.

Sebagai salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) bersama KH Hasyim Asy’ari pada 1926, Kiai Wahab dikenal melalui gagasan dan gerakannya lewat Komite Hijaz, Taswirul Afkar, dan Nahdlatul Wathan yang memadukan nilai keagamaan dan kebangsaan dalam satu napas perjuangan.

Di era digital, pemikiran Kiai Wahab dinilai penting untuk menjaga sikap adaptif tanpa kehilangan prinsip. Warisan pemikirannya juga dianggap relevan menghadapi arus intoleransi dan fragmentasi sosial yang mengancam keutuhan NKRI.


Refleksi mengenai pemikiran visioner Kiai Wahab dibahas dalam bedah buku “KH Abdul Wahab Hasbullah: Pendiri NU Penggerak NKRI” bertema The Mastermind of Movement di UIN Raden Intan Lampung.

Menteri Agama Nasaruddin Umar, melalui tayangan video, menegaskan pesantren merupakan institusi pendidikan asli Indonesia yang telah teruji zaman dan memiliki peran strategis dalam menjaga moralitas bangsa.

“Jika dahulu KH Abdul Wahab Hasbullah menggunakan organisasi dan diplomasi untuk menjaga bangsa, maka hari ini kita harus menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menjaga kedaulatan bangsa serta martabat kemanusiaan,” ujar Nasaruddin Umar dalam keterangan yang dikutip di Jakarta, Senin, 18 Mei 2026.

Menurutnya, semangat perjuangan Kiai Wahab juga menjadi landasan penting dalam transformasi kelembagaan pesantren yang kini dilakukan Kementerian Agama, termasuk melalui penguatan Direktorat Jenderal Pesantren.

Direktur Pesantren Ditjen Pendidikan Islam Kemenag, Basnang Said mengatakan, sejarah perjuangan Indonesia tidak dapat dilepaskan dari kontribusi pesantren dan tokoh besar seperti Kiai Wahab Hasbullah.

“Ketika berbicara tentang Indonesia dan pesantren, maka tidak lengkap jika tidak membicarakan Kiai Wahab Hasbullah. Beliau bukan hanya pendiri organisasi, tetapi juga pemikir kebangsaan yang menjaga keutuhan Indonesia melalui pendekatan keagamaan yang moderat,” kata Basnang.

Sementara itu, perwakilan keluarga besar KH Wahab Hasbullah, Ita Rahmawati menyebut Kiai Wahab sebagai sosok yang mampu menempatkan nilai keagamaan dan kebangsaan secara seimbang.

“Kiai Wahab mengajarkan bahwa moderasi bukan berarti kehilangan pendirian, tetapi kemampuan menempatkan kebenaran di tengah berbagai ekstremitas,” ujarnya.

Acara yang berlangsung pada Sabtu, 16 Mei 2026 itu dihadiri sekitar 1.500 peserta dari berbagai kalangan, termasuk akademisi dan tokoh daerah.

Sebagai bentuk penguatan spirit inklusif Kiai Wahab, kegiatan tersebut ditutup dengan komitmen bersama dalam kampanye “Pesantren Stop Kekerasan” untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan humanis.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

UPDATE

Plesetan Gelar Adat Jokowi: ‘Baginda Raja Rakus Bin Tamak’

Minggu, 28 Juni 2026 | 05:50

Proyek Kapal Perang Filipina di PT PAL Dongkrak Industri Lokal Naik Kelas

Minggu, 28 Juni 2026 | 05:20

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

Pengelolaan Sawit Butuh ‘Nexus Baru’ Hidupkan Ekonomi Sirkular

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:39

Program BISA Biru TelkomGroup Lestarikan Ekosistem Terumbu Karang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:19

TNI dan Tentara Malaysia Perkuat Kesiapsiagaan dan Kerja Sama Kemanusiaan

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:57

Perjanjian Kerja Bersama Cerminkan Hubungan Industrial yang Sehat

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:45

Sultan Didapuk jadi Ketum TP Sriwidjaja Perkuat Pembangunan Daerah

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:20

Indonesia Berpotensi Terima 260 Juta Dolar AS Lindungi Ekosistem Laut

Minggu, 28 Juni 2026 | 02:59

Politisi Mutan Bernama Prabowo

Minggu, 28 Juni 2026 | 02:45

Selengkapnya