Mantan Presiden RI, Joko Widodo (Tangkapan layar dari YouTube PSI)
Rencana mantan Presiden RI Joko Widodo untuk kembali berkeliling Indonesia mulai Juni 2026 dinilai memiliki dampak politik yang besar, terutama terhadap Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang selama ini dianggap paling dekat dengan Jokowi.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Pro Jokowi (Projo), Freddy Alex Damanik, menyebut kondisi kesehatan Jokowi sudah pulih hingga 99 persen dan mantan presiden itu berencana mulai melakukan perjalanan ke berbagai daerah di Indonesia pada Juni mendatang.
Menanggapi hal tersebut, pengamat politik Adi Prayitno menilai setiap langkah politik PSI saat ini masih sangat identik dengan Jokowi.
“Per hari ini kiblat politik PSI adalah Jokowi. Jokowi dijadikan imam besar oleh kawan-kawan PSI. Setiap statement, perilaku, dan pola politik PSI tegak lurus ke Jokowi,” kata Adi dikutip lewat Kanal Youtube miliknya, Senin, 18 Mei 2026.
Menurut Direktur Parameter Politik Indonesia itu, meski Jokowi tidak tercatat sebagai kader PSI, publik tetap melihat hubungan keduanya sangat erat. Karena itu, jika Jokowi rutin turun ke masyarakat dan berkeliling Indonesia, dampak elektoralnya dinilai bisa ikut mengalir ke PSI.
“Kalau Jokowi rajin berkeliling Indonesia maka secara perlahan rakyat akan bertanya partai apa yang dianggap paling dekat dengan Jokowi,” ujarnya.
Adi mengatakan, semakin sering Jokowi hadir di tengah masyarakat dan menyerap aspirasi warga, maka bukan hanya sosok Jokowi yang akan terus diingat publik, tetapi juga partai politik yang selama ini paling identik dengannya.
Ia pun menilai langkah Jokowi tersebut dapat dibaca sebagai sinyal comeback politik secara perlahan setelah tak lagi menjabat sebagai presiden.
“Apakah ini bisa disebut comeback Jokowi di politik? Apakah ini juga bisa disebut Jokowi sebenarnya secara perlahan turun ke bawah untuk mengonfirmasi bahwa Jokowi adalah sosok yang hari ini dekat dengan sebuah partai politik yaitu PSI,” katanya.
Namun jika disimak, rencana Jokowi berkeliling Indonesia juga bertolak belakang dengan pernyataannya pada awal 2024 lalu saat masih menjabat presiden. Kala itu, Jokowi mengaku ingin kembali ke Solo dan menjadi rakyat biasa setelah masa jabatannya berakhir pada Oktober 2024.
Pernyataan itu disampaikan Jokowi saat menjawab pertanyaan wartawan di sela kunjungan kerja ke Pasar Tradisional Purworejo, Jawa Tengah, Selasa, 2 Januari 2024.
"Ya jadi rakyat biasa, kembali ke Solo dan jadi rakyat biasa," kata Jokowi kala itu.