Berita

Gedung Bursa Efek Indonesia (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

IHSG Sesi I Ambruk di level 6.470, Sektor Bahan Baku Paling Babak Belur

SENIN, 18 MEI 2026 | 13:03 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertahan di zona merah pada akhir paruh pertama perdagangan Senin siang, 18 Mei 2026. 

IHSG ditutup merosot tajam sebesar 3,76 persen atau terpangkas 252,972 basis poin, sehingga parkir di level 6.470,348.

Sejak dibuka di level 6.723 pada pagi hari, pergerakan indeks cenderung fluktuatif. IHSG sempat menyentuh posisi tertinggi yang setara dengan harga pembukaannya di level 6.723, sebelum akhirnya tertekan hebat hingga batas bawahnya di level 6.398.


Dominasi tren koreksi hari ini terlihat jelas dari sebaran performa emiten, di mana sebanyak 84 saham terpantau menguat, sementara 682 saham bergerak melemah, dan sisanya stagnan.

Di tengah aksi jual yang masif ini, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) muncul sebagai tiga saham dengan nilai transaksi paling jumbo atau teraktif di pasar.

Seluruh indeks sektoral kompak bertumbangan membebani indeks utama. 

Penurunan terdalam dipimpin oleh sektor bahan baku (IDXBASIC) yang anjlok sebesar 8,14 persen, disusul oleh sektor transportasi (IDXTRANS) yang merosot 6,11 persen. 

Sektor lainnya juga mengalami pelemahan signifikan, seperti IDXINDUST yang turun 4,79 persen, IDXINFRA sebesar 4,16 persen, IDXHEALTH sebesar 3,84 persen, dan IDXFINANCE sebesar 3,80 persen. 

Koreksi juga melanda IDXCYCLIC yang turun 3,44 persen, IDXENERGY sebesar 3,36 persen, IDXPROPERT sebesar 2,96 persen, IDXTECHNO sebesar 2,84 persen, serta IDXNONCYC yang menyusut 2,60 persen.

Kejatuhan IHSG secara otomatis menyeret deretan indeks likuid dan indeks tematik lainnya ke zona negatif.

Indeks LQ45 tercatat melemah 3,06 persen ke posisi 637,770, sementara Jakarta Islamic Index (JII) yang merepresentasikan saham syariah turun 4,21 poin menjadi 419,450. 

Di sisi lain, Indeks IDX30 ikut terkoreksi sebesar 2,48 persen ke level 362,085, dan indeks MNC36 terpantau menyusut 2,62 persen menuju level 281,937.

Secara historis, penurunan tajam IHSG hingga di atas tiga persen dalam satu sesi perdagangan biasanya dipicu oleh kepanikan pasar akibat sentimen makro ekonomi eksternal. 

Faktor penggerak utamanya sering kali berkaitan dengan rilis data inflasi global yang di luar ekspektasi atau kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed) yang cenderung ketat, sehingga memicu aksi ambil untung (profit taking) secara masif oleh investor asing, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar seperti BBCA dan BMRI.

Selain itu, amblesnya sektor bahan baku (IDXBASIC) yang menjadi motor pelemahan terdalam mengindikasikan adanya koreksi harga komoditas mentah di pasar internasional.

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Djaka Budi Utama Belum Tentu Bersalah dalam Kasus Suap Bea Cukai

Sabtu, 09 Mei 2026 | 02:59

UPDATE

Habib Syakur Kritik Elite Politik: Demokrasi Jangan Dijadikan Arena Gaduh

Senin, 18 Mei 2026 | 10:20

MK Tegaskan Jakarta Masih Ibu Kota, Pengamat Sebut IKN Hanya Ambisi Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 10:02

Pakar Soroti Masalah Struktural yang Hambat Investasi Asing ke RI

Senin, 18 Mei 2026 | 09:56

Polemik Muktamar Mathla’ul Anwar Berlanjut ke Pengadilan

Senin, 18 Mei 2026 | 09:51

IHSG Ambles 190 Poin, Rupiah Terpukul ke Rp17.661 per Dolar AS

Senin, 18 Mei 2026 | 09:47

Emas Antam Turun di Awal Pekan, Termurah Rp1,4 Juta

Senin, 18 Mei 2026 | 09:32

Prabowo Tekankan Pangan Harga Mati, Siap Disalahkan Jika Rakyat Kelaparan

Senin, 18 Mei 2026 | 09:22

Awal Pekan, Dolar AS Masih Perkasa di Level 99 Setelah Reli Sengit Akhir Pekan

Senin, 18 Mei 2026 | 09:14

Harga Minyak Dunia Makin Naik, Kembali Sentuh 110 Dolar AS

Senin, 18 Mei 2026 | 08:44

Bursa Asia Tertekan, Kospi Paling Merah

Senin, 18 Mei 2026 | 08:18

Selengkapnya