Berita

Trailer film Suamiku Lukaku. (Foto: YouTube Cinema 21)

Entertainment

“Suamiku Lukaku” Angkat Luka Perempuan Korban KDRT

Laporan: Djarot MK
MINGGU, 17 MEI 2026 | 13:14 WIB

Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Indonesia masih menjadi persoalan serius yang terus menghantui perempuan. 

Berdasarkan data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), ribuan kasus kekerasan terhadap perempuan masih terjadi setiap tahun, dengan mayoritas korban mengalami kekerasan fisik maupun psikis dari pasangan terdekatnya. 

Kondisi tersebut membuat banyak perempuan memilih diam karena tekanan, ketakutan, hingga trauma berkepanjangan.


Fenomena itu yang kemudian diangkat melalui film Suamiku Lukaku, sebuah karya yang mencoba menyuarakan pengalaman para perempuan korban KDRT sekaligus mengajak masyarakat lebih peduli terhadap persoalan kekerasan dalam rumah tangga.

Melalui kampanye Anti-KDRT Kegiatan yang berlangsung serentak di beberapa kota seperti Bandung, Solo, Semarang, Surabaya, hingga Yogyakarta, sejumlah perempuan yang pernah mengalami pahitnya kehidupan rumah tangga akibat tindakan kekerasan pasangan turut dihadirkan.

Salah satunya disampaikan Ade Rahmi (49), warga Rajawali Ciroyom, Bandung. Dengan nada lirih, ia mengaku pernah menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga yang dialaminya selama bertahun-tahun.

“Dulu saya jadi istri yang pendiam. Tetapi karena terlalu sering disakiti, akhirnya saya berani mengungkapkan perasaan dan memilih meminta cerai,” ujar Ade, Minggu, 17 Mei 2026.

Ade mengungkapkan, kekerasan yang dialaminya bukan terjadi sekali dua kali. Hampir setiap hari dirinya mendapat perlakuan kasar dari sang suami hingga mengalami luka fisik dan trauma mendalam.

“Kalau suami pulang kerja, saya sering dipukul sampai benjol-benjol. Sampai sekarang saya belum siap menikah lagi karena trauma masa lalu,” katanya.

Meski demikian, Ade mencoba bangkit dan berharap perempuan lain yang mengalami hal serupa tidak lagi memilih diam.

“Kita sebagai perempuan harus kuat. Kalau merasa disakiti, harus berani mengungkapkan perasaan dan melawan. Yang penting bagaimana kita menjaga anak-anak kita,” ucapnya.

Pesan serupa juga disampaikan Ifa, salah seorang peserta kegiatan yang mengaku tersentuh dengan pesan yang dibawa film tersebut. Menurutnya, banyak perempuan di luar sana masih hidup dalam ketakutan akibat perlakuan kasar pasangan.

“Perempuan itu butuh pelindung, bukan orang yang menyakiti. Menikah bukan sekadar status, tapi harus ada rasa sayang dan kasih,” katanya.

Ia menilai, film Suamiku Lukaku menjadi media penting untuk membuka kesadaran masyarakat mengenai dampak buruk KDRT terhadap kehidupan perempuan dan keluarga.

“Perempuan juga berhak dicintai dan dihargai. Jangan sampai rumah tangga justru menjadi tempat yang penuh ketakutan,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Teman Film, Jeane mengatakan, kegiatan tersebut menjadi wadah bagi perempuan untuk menyuarakan pengalaman mereka sekaligus membangun keberanian melawan KDRT.

“Sebagian yang hadir memang pernah mengalami KDRT. Ada yang sudah berpisah, ada juga yang masih bertahan dalam rumah tangga. Di sini kita ingin menyuarakan bahwa perempuan harus berani melawan kekerasan,” katanya.

Jeane menjelaskan, peserta yang hadir berasal dari berbagai komunitas perempuan di Bandung dan kota lainnya. Mereka berkumpul untuk memberikan dukungan moral sekaligus menyebarkan pesan bahwa kekerasan terhadap perempuan tidak boleh dianggap normal.

Ia berharap masyarakat, khususnya kaum laki-laki, dapat lebih menghargai perempuan dalam kehidupan rumah tangga.

“Perempuan itu sosok yang lembut. Jadi jangan dikasari. Rumah tangga seharusnya menjadi tempat aman dan penuh kasih sayang,” pungkasnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Hotel Bumi Wiyata Komitmen Penuhi Hak 104 Pekerja Sesuai Ketentuan

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:31

Sinopsis Reawakened Man, Kisah Pemuda yang Hidup Kembali Setiap 3 Hari

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:23

KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus ATR/BPN ke Muktamar NU

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Komisi II Didorong Bentuk Pansus untuk Tindaklanjuti Putusan MK Terkait Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:19

Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina, Ini Daftar Trofi dan Prestasinya

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:10

Kemenkop Buka Suara soal Mekanisme Pembayaran Gaji ASN Lewat Koperasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:02

8 Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat hingga Akhir 2026, Ada BSU hingga Beras 30 Kg

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:48

Mantan Kacab Jasindo Dipanggil KPK di Kasus Pencairan Komisi Fiktif PT Pelni

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:46

Deretan Pengusaha Rokok Kembali Diperiksa KPK di Kasus Bea Cukai

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:35

Selengkapnya