Berita

Pedagang di pasar tradisional. (RMOL/Alifia Dwi)

Politik

IKAPPI Minta Zulhas Libatkan Pedagang Pasar Bahas Minyakita

SABTU, 09 MEI 2026 | 21:57 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) meminta pemerintah, khususnya Kementerian Koordinator Bidang Pangan, melibatkan pedagang pasar dalam pembahasan kebijakan terkait Minyakita.

Sekretaris Jenderal IKAPPI Reynaldi Sarijowan menilai pelibatan pedagang penting agar kebijakan yang diambil pemerintah sesuai dengan kondisi riil di lapangan, terutama terkait rencana kenaikan harga eceran tertinggi (HET) Minyakita.

“Pemerintah dalam hal ini Menko Pangan (Zulhas) perlu melibatkan seluruh stakeholder termasuk kami yang ada di pasar. Dalam setiap proses kebijakan itu harus dilibatkan agar kita tahu, agar kita bisa memberikan solusi, saran ketika HET nanti mulai berubah,” kata Reynaldi kepada RMOL pada Sabtu, 9 Mei 2026.


Menurut Reynaldi, saat ini pedagang justru menerima pasokan Minyakita dengan harga yang sudah berada di atas HET Rp15.700 per liter. Kondisi tersebut membuat pedagang kesulitan menjual sesuai harga yang ditetapkan pemerintah.

“Sekarang itu menerimanya sudah di atas HET maka tidak bisa kita jual HET,” tuturnya.

IKAPPI juga mengingatkan pemerintah agar memperhatikan pasokan Minyakita di pasar menjelang Iduladha. 

Pasalnya, kelangkaan pasokan dikhawatirkan akan semakin mendorong kenaikan harga di tingkat pedagang maupun konsumen.

“Tentu ini kan rumus ekonomi paling dasar jika barang yg beredar sedikit tentu harganya akan meningkat,” tandasnya.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

UPDATE

Pemerintah Harus Beri Pendampingan Anak Korban Aksi Main Hakim Sendiri

Rabu, 29 Juli 2026 | 22:15

Polisi Dalami Kematian Sumitro, Diduga Orang Dekat Febrie

Rabu, 29 Juli 2026 | 21:57

Cerita Manis UMKM dari Sumenep, Dua Dekade Perjuangan dan Berkembang Berkat KUR BRI

Rabu, 29 Juli 2026 | 21:47

Telkom Gelar Workshop PQC Formulasikan Keamanan Siber Masa Depan

Rabu, 29 Juli 2026 | 21:44

Ketua Baznas Paparkan Strategi Besar Transformasi Zakat Nasional

Rabu, 29 Juli 2026 | 21:23

Gempa M 7,1 Lumpuhkan Infrastruktur dan Industri Jepang, Pemadaman Listrik Terjadi

Rabu, 29 Juli 2026 | 21:17

Pelatihan Militer untuk Sipil Perlu Dihentikan

Rabu, 29 Juli 2026 | 21:08

DPR dan Kemendagri Sepakat Penyaluran Bansos Pakai NIK

Rabu, 29 Juli 2026 | 20:56

Tio Aliansyah Dilarang Tangani Perkara selama 1,5 Bulan Buntut Kasus Helikopter

Rabu, 29 Juli 2026 | 20:53

Jangan Sampai OAP Hanya jadi Penonton di Tanah Ulayatnya Sendiri

Rabu, 29 Juli 2026 | 20:36

Selengkapnya