Berita

Ilustrasi

Politik

Pedagang Pasar Minta Zulhas Jangan Asal Naikkan HET Minyakita

SABTU, 09 MEI 2026 | 19:18 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Rencana Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan alias Zulhas menaikkan harga eceran tertinggi (HET) Minyakita dikeluhkan pedagang pasar. 

Di tengah pasokan yang masih seret, harga Minyakita di lapangan bahkan disebut sudah menembus di atas Rp20 ribu per liter, jauh dari HET yang ditetapkan Rp15.700 per liter.

Sekretaris Jenderal Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Reynaldi Sarijowan menilai pemerintah tidak bisa sekadar menaikkan HET tanpa membereskan distribusi Minyakita ke pasar tradisional.


“Isu mengenai rencana menaikan HET ini perlu diimbangi dengan supply komoditas tersebut secara masif ke pasar-pasar. Percuma nanti harganya dinaikin, HET-nya dinaikkan, tapi supply ke pasar-pasarnya itu masih sedikit,” kata Reynaldi kepada RMOL pada Sabtu, 9 Mei 2026.

Menurutnya, kondisi di lapangan saat ini sudah membuat pedagang dan masyarakat sama-sama kesulitan mendapatkan Minyakita dengan harga sesuai ketentuan pemerintah.

“Jadi ada dua kelangkaan yang terjadi. Satu, langka barangnya. Kedua, langka harganya kalau mau mencari minyak kita sesuai dengan Rp15.700 HET yang sekarang,” ujarnya.

IKAPPI mencatat harga Minyakita di sejumlah pasar, termasuk kawasan Jabodetabek, sudah jauh melampaui HET yang berlaku saat ini.

“Hari ini betul, beberapa pasar bahkan di Jabodebek saja itu sudah Rp20 ribu,” tuturnya.

Reynaldi memperingatkan kenaikan HET tanpa keseimbangan pasokan dan permintaan hanya akan memunculkan persoalan baru di masyarakat.

“Jadi kalau misalkan menaikkan HET namun tidak diimbangi dengan supply and demand yang seimbang, saya kira ini juga akan menjadi persoalan baru nanti,” katanya.

Ia juga meminta pemerintah menyiapkan alternatif minyak goreng murah lain dengan kemasan sederhana agar masyarakat tetap memiliki pilihan di tengah mahalnya harga Minyakita.

“Maka harus ada alternatif solusi pengganti sebuah merek minyak yang lain yang kemasan sederhana dan harganya terjangkau. Ini perlu dicarikan solusinya,” pungkasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya