Berita

Direktur Nusantara Riset Indonesia, Deni Yusup. (RMOL/Sarah Alifia)

Politik

Survei NRI: Kepuasan Publik terhadap Prabowo-Gibran Tembus 80 Persen

SABTU, 09 MEI 2026 | 12:45 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka masih tinggi memasuki tahun kedua pemerintahan.

Berdasarkan survei nasional terbaru yang dirilis Nusantara Riset Indonesia (NRI), sebanyak 80,17 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja Presiden dan Wakil Presiden. Sementara itu, 7,33 persen responden mengaku tidak puas, sedangkan 12,50 persen lainnya belum menentukan sikap atau tidak menjawab.

Dalam survei tersebut, sektor ketahanan energi menjadi faktor paling dominan yang mendorong kepuasan publik dengan angka 19,17 persen. Temuan ini menunjukkan stabilitas energi menjadi isu yang paling dirasakan masyarakat dalam kinerja pemerintahan saat ini.


Selain ketahanan energi, sejumlah faktor lain yang turut menopang tingkat kepuasan publik antara lain Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar 18,33 persen, kepemimpinan Presiden Prabowo 17,92 persen, penegakan hukum 16,67 persen, ketahanan pangan 15,42 persen, serta sektor pendidikan dan sekolah rakyat sebesar 12,50 persen.

Meski demikian, survei juga mencatat sejumlah catatan kritis dari masyarakat. Isu korupsi dan lemahnya penegakan hukum menjadi penyebab utama ketidakpuasan publik dengan angka 13 persen.

Selain itu, responden juga menyoroti persoalan regulasi yang dinilai belum maksimal sebesar 10 persen, koordinasi pemerintahan 9,50 persen, serta isu kesejahteraan dan pendidikan yang masing-masing berada di angka 9 persen.

Dalam simulasi elektabilitas partai politik, Partai Gerakan Indonesia Raya menempati posisi teratas dengan raihan 27,25 persen.

Sementara posisi kedua dan ketiga ditempati Partai Golongan Karya sebesar 15,67 persen dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dengan 15,17 persen. Partai lain seperti Partai NasDem dan Partai Kebangkitan Bangsa berada di kelompok menengah.

Direktur NRI, Deni Yusup, mengatakan hasil survei tersebut menunjukkan ketahanan energi kini menjadi isu strategis yang berdampak langsung terhadap persepsi publik terhadap pemerintah.

“Kombinasi berbagai kebijakan ini membentuk persepsi positif publik terhadap kinerja pemerintah secara menyeluruh,” ujar Deni dalam keterangannya, Sabtu, 9 Mei 2026.

Ia menilai konsistensi kebijakan di sektor energi akan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintahan ke depan.

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya