Berita

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara. (Foto: Kementrans)

Politik

Perwakilan Kementrans Belajar Pengentasan Kemiskinan ke Tiongkok

JUMAT, 08 MEI 2026 | 14:19 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kementerian Transmigrasi mengirim 36 peserta pelatihan ke Tiongkok untuk mempelajari pengembangan kawasan transmigrasi dan strategi pengentasan kemiskinan sebagai bagian dari upaya memperkuat transformasi program transmigrasi berbasis kolaborasi dan pembelajaran internasional.

Peserta yang diberangkatkan terdiri dari transmigran, akademisi, analis internal kementerian, para pelatih balai pelatihan transmigrasi, serta pejabat setingkat direktur dan kepala divisi dari departemen pemerintah terkait di Indonesia. 

Hal ini menunjukkan program tersebut tidak hanya melibatkan pegawai kementerian, tetapi juga menjadi bagian dari keterlibatan seluruh keluarga besar Kementerian Transmigrasi dalam mendukung transformasi transmigrasi dan pengentasan kemiskinan.


“Kami ingin agar mereka betul-betul mempelajari best practice-nya itu seperti apa. Mereka akan berangkat malam ini dan akan berada di sana kurang lebih selama 2 minggu. Nah inilah yang nanti akan kita lakukan, implementasikan baik pengentasan kemiskinan dalam konteks wilayah, kemudian kabupaten, sampai dengan tingkat desa dan keluarga,” kata Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, Jumat, 8 Mei 2026.

Selain itu, peserta juga berasal dari 10 perguruan tinggi mitra Kementerian Transmigrasi yaitu Universitas Indonesia, IPB University, Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjadjaran, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Airlangga, Universitas Diponegoro, Universitas Brawijaya, dan Universitas Hasanuddin.

“Inilah yang kita gandeng karena mereka nanti akan menjadi bagian dari Tim Ekspedisi Patriot (TEP) untuk berkiprah di 53 kawasan transmigrasi. Khususnya 10 kawasan transmigrasi di Papua yang nanti mereka akan bertugas kurang lebih selama 1 tahun,” ucap Iftitah.

Mentrans menilai Tiongkok berhasil menjalankan strategi pengentasan kemiskinan secara bertahap selama beberapa dekade hingga mampu menekan angka kemiskinan ekstrem secara signifikan. 

Pengalaman tersebut dinilai relevan untuk dipelajari dan diadaptasi di kawasan transmigrasi Indonesia. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari undangan Kedutaan Besar Tiongkok kepada Kementerian Transmigrasi dalam rangka memperkuat kerja sama dan pertukaran pengetahuan di bidang pembangunan pedesaan dan pengentasan kemiskinan, dengan pembiayaan kegiatan ditanggung oleh Pemerintah Tiongkok.

“Tiongkok kami nilai itu cukup berhasil dalam upaya pengantasan kemiskinan. Jadi 1,4 miliar penduduknya mereka punya strategi yang cukup besar dalam 4 dekade secara bertahap dilakukan pengantasan, upaya pengantasan kemiskinan itu. Dan pada tahun 2021 mereka mendeklarasikan hampir tidak ada lagi kemiskinan di Tiongkok, utamanya yang ekstrim miskin. Kita ingin belajar best practice itu dan mengimplementasikannya di Indonesia,” ujarnya

Program bertema “Pembangunan Pedesaan dan Pengentasan Kemiskinan” ini berlangsung pada 9 - 22 Mei 2026 melalui kegiatan perkuliahan, diskusi, dan kunjungan lapangan. 
Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pembangunan kawasan transmigrasi berbasis kesejahteraan masyarakat sekaligus mempelajari strategi pengentasan kemiskinan Tiongkok serta memperkuat kerja sama Indonesia-Tiongkok di bidang pembangunan pedesaan.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya