Berita

Ilustrasi peta Selat Hormuz (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube WSJ)

Dunia

AS dan Iran Terlibat Baku Tembak, Masa Depan Gencatan Senjata Terancam

JUMAT, 08 MEI 2026 | 07:30 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran terlibat baku tembak sengit di Selat Hormuz pada Kamis malam, 7 Mei 2026. 

Insiden ini memperkeruh suasana dan mengancam keberlangsungan gencatan senjata yang selama ini sudah berada di ambang keruntuhan.

Komando Pusat AS (CENTCOM) melaporkan bahwa pihak Iran memulai provokasi dengan menyerang tiga kapal perusak Angkatan Laut AS yang sedang menuju Teluk Oman. Serangan tersebut melibatkan kombinasi rudal, drone, dan perahu kecil.


“Pasukan Iran meluncurkan sejumlah rudal, drone, dan perahu kecil saat kapal-kapal AS melintas menuju Teluk Oman,” demikian pernyataan CENTCOM, dikutip dari CNBC International, Jumat 8 Mei 2026.

Meskipun Washington mengeklaim tidak ada aset militer yang mengalami kerusakan, AS segera melancarkan serangan balasan. Fokus serangan balik tersebut menyasar fasilitas militer Iran, termasuk pusat komando dan lokasi intelijen yang diduga menjadi titik peluncuran serangan. 

CENTCOM menegaskan bahwa tindakan ini adalah bentuk perlindungan diri, bukan upaya eskalasi perang.

Di sisi lain, Iran justru menuduh AS melanggar gencatan senjata terlebih dahulu dengan menyerang kapal tanker Iran di sekitar Selat Hormuz. Seorang pejabat militer Iran mengatakan pasukannya kemudian membalas dengan menyerang kapal militer AS di wilayah timur Selat Hormuz dan selatan Pelabuhan Chabahar.

Presiden AS Donald Trump mengklaim gencatan senjata sebenarnya masih berlaku. Dalam wawancara dengan ABC News, Trump menyebut insiden tersebut “hanyalah sentuhan kasih sayang.” 

Namun dalam unggahan di Truth Social, ia juga memperingatkan Iran agar segera menyetujui kesepakatan nuklir dengan AS.

“Sama seperti kita mengalahkan mereka lagi hari ini, kita akan mengalahkan mereka dengan lebih telak dan jauh lebih brutal di masa depan jika mereka tidak segera menandatangani kesepakatan itu,” tulis Trump.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

PKS Minta Pemerintah Fokus Reformasi Kebencanaan, Bukan Merger Besar-Besaran

Kamis, 10 September 2026 | 10:25

Minyak Dunia Kembali Membara, Rupiah Tertekan ke Rp17.528 per Dolar AS

Kamis, 10 September 2026 | 10:10

Prabowo Bicara Masa Depan RI: 2050 Jadi Kekuatan Besar Dunia

Kamis, 10 September 2026 | 10:06

Usai Tiga Hari Ambruk, Harga Emas Antam Kembali Naik

Kamis, 10 September 2026 | 09:57

KPK Bidik Pemilik PT CMC dan Cara Dapat Proyek di Bengkulu

Kamis, 10 September 2026 | 09:39

Banding Kasus Penyiraman Air Keras, Imparsial: Status Tak Boleh Beri Jalur Hukum Khusus

Kamis, 10 September 2026 | 09:38

IHSG Dibuka Hijau, Investor Cermati Sentimen Global

Kamis, 10 September 2026 | 09:31

Mentan Amran Berduka, Tiga Petugas Pertanian Tewas Ditembak di Jayawijaya

Kamis, 10 September 2026 | 09:18

Prabowo Tekankan Pentingnya Persatuan dan Kerukunan dalam Demokrasi

Kamis, 10 September 2026 | 09:11

Bupati Lahat: Indonesia Terus Dukung Kemerdekaan Palestina

Kamis, 10 September 2026 | 09:04

Selengkapnya