Berita

Ilustrasi (Imagined by Babbe)

Bisnis

Wall Street Menguat: Saham AMD Terbang Tinggi

KAMIS, 07 MEI 2026 | 08:10 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Indeks saham utama Amerika Serikat (AS) mencatat pergerakan positif, dengan S&P 500 dan Nasdaq kembali mencetak rekor penutupan tertinggi didorong optimisme meredanya konflik di Timur Tengah serta lonjakan saham perusahaan teknologi dan kecerdasan buatan (AI).

Dikutip dari Reuters, Kamis 7 Mei 2026, pada penutupan perdagangan Rabu, indeks S&P 500 naik 1,46 persen ke level 7.365,09. Nasdaq menguat 2,03 persen menjadi 25.838,94, sedangkan Dow Jones Industrial Average naik 1,24 persen ke posisi 49.910,59. Sektor industri dan teknologi informasi menjadi penyumbang kenaikan terbesar di S&P 500.

Saham perusahaan chip menjadi motor utama penguatan pasar. Saham AMD melonjak hampir 19 persen setelah perusahaan memproyeksikan pendapatan kuartal berikutnya melampaui ekspektasi analis berkat tingginya permintaan chip pusat data AI. Kenaikan itu turut mengangkat saham Intel sebesar 4,5 persen, sementara indeks semikonduktor PHLX naik 4,5 persen dan kini telah melesat sekitar 62 persen sejak awal tahun.


Saham Nvidia juga naik 5,7 persen, setelah Corning mengumumkan kerja sama untuk memperluas produksi perangkat konektivitas optik yang digunakan di pusat data AI di Amerika Serikat. Selain itu, saham Super Micro Computer melesat 24,5 persen usai memberikan proyeksi pendapatan dan laba kuartalan yang lebih kuat dari perkiraan pasar.

Penguatan juga terjadi pada perusahaan terkait infrastruktur AI. Saham Hut 8 melonjak 35 persen setelah perusahaan pusat data tersebut mendapatkan kontrak sewa 15 tahun senilai US$9,8 miliar untuk proyek kampus pusat data Beacon Point di Texas.

Sentimen pasar juga terbantu oleh turunnya harga minyak dunia setelah muncul laporan bahwa AS dan Iran semakin dekat mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik. Harga minyak Brent turun sekitar 8 persen ke kisaran 101 Dolar AS per barel, sehingga meredakan kekhawatiran investor terhadap tekanan inflasi global.

“Ekonomi berjalan dengan baik. Tidak ada tanda-tanda bahaya nyata yang menunjukkan akan terjadi penurunan. Dengan latar belakang tersebut, Anda harus memiliki saham,” kata manajer portofolio senior Globalt Investments, Thomas Martin.

Di sisi lain, investor masih menanti laporan ketenagakerjaan AS akhir pekan ini untuk melihat arah kebijakan suku bunga bank sentral AS. Presiden The Fed St. Louis, Alberto Musalem, mengatakan risiko inflasi masih cukup tinggi sehingga suku bunga kemungkinan perlu dipertahankan lebih lama.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya