Berita

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

Purbaya Pasang Kuda-kuda Jaga Pertumbuhan Ekonomi, Begini Strateginya

RABU, 06 MEI 2026 | 19:40 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membeberkan strategi pemerintah untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2026. 

Menurutnya, fokus utama diarahkan pada penguatan daya beli masyarakat, dorongan belanja, serta perbaikan iklim investasi agar dunia usaha makin efisien dan kompetitif.

Salah satu langkah yang disorot adalah pengetatan pengawasan terhadap barang ilegal yang kembali marak di pasar domestik. Pemerintah, kata Purbaya, akan memperkuat penjagaan agar produk ilegal tidak merusak stabilitas pasar dalam negeri.


"Saya kan galakaan lagi penjagaan pasar domestik dari barang-barang ilegal yang katanya agak ramai lagi sekarang. Walaupun BC sudah bekerja lebih keras dari sebelumnya. Itu utamanya," kata Purbaya kepada awak media di Jakarta, Rabu, 6 Mei 2026.

Ia menegaskan, penguatan pasar domestik menjadi kunci penting di tengah dinamika global. Upaya ini dilakukan seiring peningkatan kinerja aparat untuk memastikan distribusi barang tetap sehat dan kompetitif.

Meski demikian, Purbaya mengakui sebagian pelaku usaha masih merasakan tekanan. Namun, menurutnya kondisi tersebut lebih banyak dipicu faktor psikologis ketimbang fundamental ekonomi.

"Karena ada kalau saya juga agak, saya monitor terus keadaannya ya, kelihatannya walaupun bagus, orang masih agak takut. Karena banyak yang nakut-nakutin, kayak Anda tuh nakut-nakutin, katanya mau 1998, maunya ini itu, padahal kan sudah kita buktikan kan, kita tumbuhnya kencang dan ini akan kita pertahankan," jelasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa sektor swasta memegang peran dominan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintah pun berkomitmen menjaga stabilitas serta memastikan dukungan terhadap dunia usaha tetap terjaga.

"Itu juga kita jaga, sebetulnya kita jaga, makanya kita bisa tumbuh seperti ini. Jadi, jadi harusnya, pebisnis gak usah takut, kita akan membaik terus ke depan. Perbankan akan kita pastikan uangnya cukup di sistem perekonomian sehingga dunia usaha bisa dapat akses ke pembelian," pungkasnya.

Untuk diketahui, pertumbuhan ekonomi kuartal I/2026 tercatat tumbuh 5,61 persen. Angka ini menjadi yang tertinggi sejak Covid-19.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya