Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

RABU, 06 MEI 2026 | 07:23 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas dunia mencatatkan pemulihan pada penutupan perdagangan Selasa 5 Mei 2026, setelah sebelumnya sempat tertekan ke level terendah dalam lebih dari satu bulan. 

Penguatan ini didorong oleh aksi beli di harga rendah atau bargain hunting serta pelemahan harga minyak yang memberikan ruang bagi logam mulia untuk bangkit. 

Dikutip dari Reuters, emas spot ditutup naik 0,8 persen menjadi 4.557,56 Dolar AS per ons, sementara kontrak berjangka emas Amerika Serikat mengikuti tren serupa dengan kenaikan ke posisi 4.568,50 Dolar AS per ons.


Faktor geopolitik masih menjadi penggerak utama pasar seiring dengan laporan serangan rudal dan drone di Uni Emirat Arab serta kondisi gencatan senjata yang rapuh di Selat Hormuz. Jalur perdagangan vital ini telah mengalami gangguan sejak akhir Februari, yang berdampak langsung pada pasokan global komoditas penting seperti minyak dan pupuk. 

Meski harga minyak mengalami penurunan terbatas, posisinya yang tetap tinggi terus memicu kekhawatiran inflasi global yang pada gilirannya memperkuat daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.

Namun, penguatan emas tetap dibatasi oleh dinamika kebijakan suku bunga bank sentral. Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil bunga, daya tarik emas cenderung bersaing ketat dengan aset lain saat ekspektasi suku bunga tinggi tetap bertahan. 

Fokus investor kini mulai beralih pada rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang dijadwalkan keluar pekan ini. 

Laporan tersebut akan menjadi indikator krusial bagi pelaku pasar untuk mengukur ketangguhan ekonomi AS dan menentukan apakah bank sentral akan mempertahankan kebijakan ketat atau mulai membuka peluang penurunan suku bunga. 

Di tengah ketidakpastian tersebut, harga logam mulia lainnya seperti perak, platinum, dan paladium juga terpantau bergerak menguat secara serentak.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Hari Buruh, Wall Street Libur

Selasa, 08 September 2026 | 08:29

Krakatau Steel Rombak Direksi, Segini Pendapatan KRAS Semester I-2026

Selasa, 08 September 2026 | 08:15

Konflik Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dekati 100 Dolar AS

Selasa, 08 September 2026 | 07:57

OJK Wajibkan Free Float 15 Persen, Tegaskan Transparansi Tanpa Kompromi

Selasa, 08 September 2026 | 07:40

Saat Batu Bara Tertekan, UNTR Makin Mesra dengan Emas

Selasa, 08 September 2026 | 07:21

Anak Krakatau Erupsi, Kursi Bos Krakatau Steel Berganti

Selasa, 08 September 2026 | 07:01

Nellava Group dan Emas Now Pilih Jalur Hukum Hadapi Serangan di Ruang Digital

Selasa, 08 September 2026 | 06:50

Pemerintah Dituntut Siapkan Anggaran dan Kesiapsiagaan Logistik terkait Bencana

Selasa, 08 September 2026 | 06:09

Kewajiban Moral Lindungi Rakyat dari Manipulasi Harga dan Mutu Beras

Selasa, 08 September 2026 | 05:44

Empat Pejabat Kejagung Diduga Terima Rp40 Miliar dari Tan Kian, Ini Tanggapan Kapuspenkum

Selasa, 08 September 2026 | 05:27

Selengkapnya