Berita

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, Bobby Rasyidin. (Foto: Instagram RMOL)

Politik

Pelayanan Buruk Terus Berlanjut, Dirut KAI Sebaiknya Dicopot

SELASA, 05 MEI 2026 | 17:39 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Gerakan Muda (Gema) Nasional mengeluarkan peringatan keras kepada pemerintah untuk segera mengambil tindakan tegas berupa pencopotan dan pemecatan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, Bobby Rasyidin.

Hal itu terjadi usai adanya tragedi tabrakan KA Argo Bromo dengan KRL di Bekasi Timur dengan korban jiwa 16 orang hingga gangguan di Bintaro yang menyebabkan kepanikan para penumpang.  
 
“Rentetan gangguan operasional yang terjadi dalam waktu berdekatan mulai dari insiden di Bekasi hingga gangguan serius di Bintaro adalah bukti nyata kegagalan total dalam kepemimpinan dan manajemen krisis,” kata Ketua Umum Gema Nasional Eko Saputra kepada wartawan di Jakarta, Selasa, 5 Mei 2026. 


“Ini bukan lagi persoalan teknis, melainkan krisis sistemik yang dibiarkan tanpa solusi konkret,” tambahnya menegaskan.

Gema Nasional menilai bahwa Dirut KAI gagal menjalankan tiga prinsip dasar transportasi publik modern: keselamatan, keandalan, dan kepercayaan publik.

Lebih jauh, reaksi warga yang turun langsung ke rel saat gangguan terjadi adalah alarm keras kegagalan sistem yang dibangun KAI di bawah pimpinan Bobby Rasyidin. 

“Itu bukan sekadar kepanikan, melainkan ekspresi ketidakpercayaan yang sudah mencapai titik jenuh. Publik tidak lagi merasa aman menunggu solusi dari operator ini adalah bentuk delegitimasi terhadap layanan KAI,” jelasnya.

“Kami menegaskan tidak ada alasan bagi Dirut KAI untuk tetap bertahan setelah dua insiden besar dalam waktu singkat. Evaluasi internal tanpa tindakan tegas hanyalah bentuk pembiaran Kementerian Perhubungan atau pemerintah,” ungkap Eko. 

Lanjut dia, rakyat tidak boleh dikorbankan demi mempertahankan jabatan.

“Gema Nasional memberikan ultimatum terbuka jika dalam waktu dekat tidak ada keputusan untuk mencopot Dirut KAI, maka  kami juga membuka kemungkinan untuk menggalang aksi nasional sebagai bentuk protes terhadap buruknya pelayanan KAI,” tegasnya.

Pihaknya juga mendorong audit menyeluruh terhadap manajemen PT KAI.

“Negara tidak boleh kalah oleh kelalaian. Jika pimpinan tidak mampu menjamin keselamatan dan kepercayaan publik, maka satu-satunya langkah terhormat adalah mundur atau diberhentikan. Copot sekarang, sebelum kepercayaan publik benar-benar runtuh,” pungkasnya.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Gus Lilur Laporkan Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU ke KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 00:20

Ledakan Besar Guncang Pasar Cimanggis-Ciputat, 2 Orang Dikabarkan Tewas

Kamis, 15 Oktober 2026 | 00:00

Danantara Minta Maaf dan Ambil Alih PLN Batam Usai Listrik Padam

Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:36

Pemerintah Diminta Gencar Sosialisasikan Beasiswa Pendidikan untuk Anak Papua

Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:08

Ijazah Keluarga Jokowi itu Terus Melahirkan Masalah Bangsa

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:54

GoTo Gelar RUPSLB, Restui Pembatalan Saham Tresuri dan Perombakan Direksi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:26

Terdakwa Pemerasan Bangun Paulus Dijemput Paksa di Tempat Hiburan, Alasan Mangkir Sakit

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:17

Kaya Omega-3, Bumi Wijaya Pilih Ikan Sidat untuk Gizidat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:07

Indonesia-Malaysia Perkuat Kerja Sama Imigrasi, Pencegahan TPPO jadi Perhatian

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:05

Pertamina Patra Niaga Maksimalkan Langkah Pemulihan Layanan BBM di Bali

Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:52

Selengkapnya