Berita

Gedung BNI. (Foto: Dok. BNI)

Bisnis

BNI Kantongi 700 Juta Dolar AS, AT1 Diserbu Investor Global

RABU, 29 APRIL 2026 | 21:40 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) kembali menunjukkan taringnya di pasar global. Bank pelat merah ini sukses menghimpun dana segar sebesar 700 juta Dolar AS atau setara Rp11,9 triliun melalui penerbitan instrumen Additional Tier-1 (AT1).

Penerbitan yang dilakukan pada 15 April 2026 itu disambut antusias investor global. Permintaan bahkan membludak hingga lebih dari USD2,5 miliar, atau mengalami kelebihan permintaan (oversubscribe) mencapai 3,6 kali.

Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, mengatakan langkah ini menjadi bagian penting dalam memperkuat struktur permodalan perseroan.


“Sebagai bank sistemik, BNI memastikan perannya sebagai agen pertumbuhan ekonomi nasional semakin kokoh melalui struktur permodalan yang kuat,” ujar Okki dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 29 April 2026.

Ini merupakan penerbitan AT1 kedua yang dilakukan BNI, setelah sebelumnya sukses menerbitkan instrumen serupa senilai 600 juta Dolar AS pada 2021.

Menurut Okki, aksi korporasi ini sekaligus menjadi strategi untuk meningkatkan ketahanan di tengah dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian.

Instrumen AT1 yang diterbitkan memiliki karakteristik sebagai modal tambahan dengan sifat subordinasi, tanpa jatuh tempo (perpetual), serta imbal hasil yang tidak diakumulasikan.

Penerbitan dilakukan berdasarkan skema Regulation S (Reg S) dalam US Securities Act dan dicatatkan di Singapore Exchange (SGX). Hal ini menandai semakin luasnya akses BNI ke pasar keuangan internasional.

Tingginya minat investor mencerminkan kepercayaan kuat terhadap fundamental dan prospek bisnis BNI ke depan. Basis investor pun semakin beragam, mencakup kawasan Asia Pasifik, Eropa, Timur Tengah hingga offshore Amerika Serikat.

Tak hanya itu, BNI juga berencana melakukan pembelian kembali (buyback) atas instrumen AT1 yang diterbitkan pada 2021 melalui mekanisme tender offer sekitar 94,7 persen dari total AT1 eksisting.

Langkah ini dilakukan untuk mengoptimalkan struktur permodalan secara keseluruhan.

Keberhasilan ini mempertegas posisi BNI sebagai salah satu bank nasional yang agresif menembus pasar global. Dukungan investor yang kuat menjadi sinyal positif bagi ekspansi bisnis ke depan, sekaligus memperbesar kontribusi perseroan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Budi Arie Bakal Dipolisikan soal Ucapan Percepatan Pemilu 2029

Senin, 07 September 2026 | 22:28

Teluk Bayur: Jangan Membangun Aset Tanpa Kargo

Senin, 07 September 2026 | 22:10

PLTP Gunung Ungaran Miliki Sejumlah Manfaat, Eksplorasi Layak Dilanjutkan

Senin, 07 September 2026 | 21:55

Purbaya Tak Ambil Pusing Pramono Ngotot Terbitkan Obligasi DKI Rp5,2 Triliun

Senin, 07 September 2026 | 21:35

BRI dan Serikat Pekerja BRI Tandatangani PKB 2026-2028

Senin, 07 September 2026 | 21:28

Wakapolri Minta Kecakapan Personel dalam Penanganan Bencana dan Konflik Sosial

Senin, 07 September 2026 | 21:15

Dua Pimpinan DPRD Kota Bengkulu Kompak Mangkir Panggilan KPK

Senin, 07 September 2026 | 20:50

Prabowo Instruksikan BRI dan BSI Siapkan Rekening untuk Masyarakat

Senin, 07 September 2026 | 20:48

OJK Tegaskan Tak Ada Ruang bagi Pelanggaran Keterbukaan Informasi

Senin, 07 September 2026 | 20:46

Pemerintah Siapkan OMC Atasi Sebaran Abu Anak Krakatau di Empat Provinsi

Senin, 07 September 2026 | 20:31

Selengkapnya