Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Politik

Prabowo Incar Genteng Daur Ulang Banyumas untuk Program Bedah Rumah

SELASA, 28 APRIL 2026 | 16:03 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto melirik pemanfaatan genteng hasil daur ulang produksi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Berbasis Lingkungan dan Edukasi (BLE) Banyumas sebagai salah satu komponen utama dalam program bantuan perbaikan rumah nasional. 

Gagasan itu mengemuka saat kepala negara meninjau langsung fasilitas pengolahan sampah modern di Desa Kaliori, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, Selasa, 28 April 2026.

Didampingi Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat, Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Prabowo melihat langsung beragam produk olahan sampah yang dihasilkan TPST BLE Banyumas, mulai dari paving block, RDF, SRF, hingga genteng daur ulang yang dinilai memiliki nilai ekonomis tinggi.


Di hadapan jajaran pejabat dan pengelola TPST, Prabowo menilai produk genteng tersebut berpotensi besar masuk dalam skema program bedah rumah pemerintah karena harganya dinilai terjangkau dan kualitasnya cukup menjanjikan. 

“Gentengnya lumayan efektif harganya cukup murah, mungkin bisa masuk anggaran kita untuk bantuan perbaikan rumah,” ujar Prabowo.

Menurut Prabowo, dengan alokasi bantuan renovasi rumah yang saat ini mencapai Rp20 juta per unit, penggunaan genteng daur ulang masih sangat realistis untuk diintegrasikan tanpa membebani anggaran negara secara berlebihan. 

“Anggaran perbaikan rumah, sekarang satu rumah Rp 20 juta, jadi satu rumah kita perhitungkan Rp4-5 juta gentengnya,” lanjutnya.

Lebih jauh, Prabowo menegaskan pemerintah ingin mengurangi penggunaan atap seng berkarat yang selama ini banyak dipakai masyarakat berpenghasilan rendah. 

Selain berdampak pada kesehatan penghuni, penggunaan material tersebut juga dinilai mengurangi estetika lingkungan dan wajah permukiman nasional. 

“Kita mau hilangkan penggunaan seng yang berkarat itu ujungnya tidak sehat untuk yang huni, dan pandangan tidak bagus, kita akan kembalikan indonesia jadi benar-benar yang indah, jadi pariwisata itu bagus dan kita nyaman tinggalnya," pungkasnya.

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

UPDATE

Dewan Kebon Sirih Tetap Godok Perda DKJ Meski Ibu Kota Belum Pindah

Senin, 18 Mei 2026 | 20:17

Pengamat: Kepemimpinan Buruk Awal Kerusakan Bangsa

Senin, 18 Mei 2026 | 20:02

Oktasari Sabil Raih Gelar Doktor di Malaysia

Senin, 18 Mei 2026 | 19:46

Pernyataan Prabowo soal Dolar Upaya Menenangkan Masyarakat

Senin, 18 Mei 2026 | 19:45

BSI Buka Kembali Scholarship untuk 5.250 Mahasiswa dan Pelajar

Senin, 18 Mei 2026 | 19:37

MPR Putuskan Lomba Ulang LCC Empat Pilar di Kalbar Batal

Senin, 18 Mei 2026 | 19:28

Prabowo Panggil Gubernur BI hingga Menkeu ke Istana, Ini yang Dibahas

Senin, 18 Mei 2026 | 19:15

Mantan ART Lapor ke DPR Pernah Dipukul Erin hingga Kepala Ditendang

Senin, 18 Mei 2026 | 19:08

Gelar Pelatihan Bahasa Isyarat, OJK Jabar Dorong Frontliner Bank Ramah Disabilitas

Senin, 18 Mei 2026 | 19:00

DPR Tagih Janji BI soal Penguatan Rupiah Mulai Juni

Senin, 18 Mei 2026 | 18:55

Selengkapnya