Berita

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari. (Foto: RMOL)

Politik

Bakom Harus Berani Hadapi Kelompok Kritis

SELASA, 28 APRIL 2026 | 13:10 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Presiden Prabowo Subianto merotasi Muhammad Qodari dari Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) menjadi Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom). Pergeseran ini dinilai strategis, terutama dalam memperkuat komunikasi kebijakan pemerintah ke publik.

Pengamat politik Adi Prayitno menilai, peran Bakom ke depan akan sangat krusial sebagai ujung tombak penyampaian informasi pemerintah.

“Khusus untuk badan komunikasi atau Bakom, banyak hal ini akan diandalkan pemerintah sebagai upaya bagaimana kebijakan publik sampai kepada masyarakat dan tidak ada yang terputus. Sehingga yang sampai ke publik adalah informasi utuh, bukan sepenggal,” ujar Adi lewat kanal Youtube miliknya, Selasa, 28 April 2026.


Menurutnya, Bakom tidak hanya berfungsi menyampaikan informasi, tetapi juga harus mampu menjelaskan kebijakan yang selama ini kerap disalahpahami atau menuai kritik.

“Bakom harus memberi pandangan terhadap hal-hal yang mungkin selama ini tersembunyi, termasuk kebijakan-kebijakan yang dalam banyak hal dikritisi dan butuh adaptasi,” jelasnya.

Direktur Parameter Politik Indonesia itu menegaskan, fungsi komunikasi pemerintah tidak bisa lagi sekadar reaktif, melainkan harus menjadi trendsetter dalam membentuk persepsi publik terhadap kebijakan negara.

“Fungsi Bakom dan tim komunikasi istana penting sebagai trendsetter untuk mengekspos bagaimana kebijakan pemerintah yang sesungguhnya,” katanya.

Lebih jauh, ia menekankan pentingnya keberanian Bakom untuk berhadapan langsung dengan kelompok-kelompok kritis di ruang publik, termasuk di media sosial.

“Bahkan kalau bisa harus berani head to head dengan kelompok-kelompok kritis, dengan influencer dan anak muda yang di media sosial sering memberikan pernyataan kritis dan agresif terhadap kebijakan pemerintah,” pungkas Adi.

Dengan peran tersebut, Bakom diharapkan mampu menjembatani komunikasi pemerintah dengan masyarakat secara lebih terbuka dan efektif.


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Tourism Malaysia Gencarkan Promosi Wisata di Tiga Kota Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 10:20

DPR Desak Evaluasi Nasional Perlintasan Sebidang Usai Tabrakan Kereta di Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 10:13

Bus Shalawat Gratis 24 Jam Disiapkan untuk Jemaah Haji di Makkah

Selasa, 28 April 2026 | 10:09

Update Korban Jiwa Tabrakan KA di Bekasi Bertambah Jadi 14 Orang

Selasa, 28 April 2026 | 10:00

Prabowo Minta Segera Investigasi Kasus Tabrakan Kereta Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 09:56

Lokomotif Argo Bromo Berhasil Dipindahkan, Tim SAR Fokus Evakuasi Korban

Selasa, 28 April 2026 | 09:53

Purbaya Pede IHSG Bisa Terbang 28.000, Pasar Langsung Terkoreksi

Selasa, 28 April 2026 | 09:51

Dinamika Global Tekan Indeks DXY ke Level 98,45 Jelang Keputusan Federal Reserve

Selasa, 28 April 2026 | 09:48

Kopdes Jadi Instrumen Capai Nol Kemiskinan Ekstrem

Selasa, 28 April 2026 | 09:39

Imbas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Belasan Perjalanan KA Jarak Jauh dari Jakarta Resmi Dibatalkan

Selasa, 28 April 2026 | 09:27

Selengkapnya