Berita

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Youtube Setneg)

Politik

Reshuffle Cepat Tanda Prabowo Ketat Evaluasi Kinerja Menteri

SELASA, 28 APRIL 2026 | 13:03 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pengamat politik Adi Prayitno menyoroti langkah reshuffle kabinet yang kembali dilakukan Presiden Prabowo Subianto. 

Ia menilai perombakan kali ini lebih banyak berupa pertukaran posisi antarpejabat, baik di level menteri maupun kepala badan, dengan dalih akselerasi dan perbaikan kinerja.

“Ada sejumlah menteri yang diganti, kepala badan yang sebenarnya lebih bertukar posisi, yang katanya ini untuk akselerasi dan perbaikan kinerja di masa yang akan datang,” ujar Adi lewat kanal Youtube miliknya, Selasa, 28 April 2026.


Menurutnya, jika dibandingkan dengan pemerintahan sebelumnya, intensitas reshuffle pada pemerintahan saat ini tergolong cukup tinggi. Padahal, masa kerja kabinet baru berjalan sekitar satu setengah tahun sejak dilantik pada Oktober 2024.

“Baru setahun setengah ini sudah begitu banyak perombakan kabinet, berpindah dari satu posisi ke posisi lainnya. Ini mengindikasikan bahwa Presiden Prabowo memiliki catatan yang cukup kritis terhadap pergantian sejumlah menteri dan kepala badan,” jelasnya.

Adi menilai, langkah reshuffle tersebut menunjukkan adanya upaya pemerintah untuk mempercepat kinerja, meski di sisi lain juga mencerminkan evaluasi yang cukup ketat terhadap para pembantu presiden.

Dalam reshuffle tersebut, Muhammad Qodari dilantik sebagai Kepala Badan Komunikasi setelah sebelumnya menjabat Kepala Kantor Staf Presiden (KSP). Posisi Kepala KSP kini diisi oleh Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman.

Sementara itu, Abdul Kadir Karding dilantik sebagai Kepala Badan Karantina Nasional. Hasan Nasbi dipercaya sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Komunikasi, setelah sebelumnya menjabat Kepala PCO sebelum diberhentikan.

Di sektor lingkungan, Jumhur Hidayat ditunjuk sebagai Menteri Lingkungan Hidup (LH). Adapun pejabat sebelumnya, Hanif Faisol Nurofiq, digeser menjadi Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Kapolres Sukoharjo Dicopot Usai Penggerebekan Pesantren

Senin, 02 November 2026 | 18:26

DPR Gandeng Kementerian PPPA Dorong Gerakan Nasional Antibullying

Senin, 02 November 2026 | 18:20

Gibran Ingatkan Ancaman Hoaks terhadap Kerukunan Masyarakat

Senin, 02 November 2026 | 18:06

Antisipasi Gangguan Selat Hormuz, Chandra Asri Bangun Fasilitas Pengganti Nafta

Senin, 02 November 2026 | 18:02

Program Kemenag Harus Sejalan dengan Visi-Misi Prabowo

Senin, 02 November 2026 | 17:41

Kemenhaj Rekrut Tenaga Pendukung untuk Urus Visa Haji 2027

Senin, 02 November 2026 | 17:34

Ahmad Doli Harap Pimpinan Parpol Segera Bertemu Bahas Gibran

Senin, 02 November 2026 | 17:31

Gibran Tetap Blusukan ke Daerah di Tengah Polemik Putusan MA dan MK

Senin, 02 November 2026 | 17:25

Kesejahteraan Rakyat di Daerah Tambang Nikel Harus jadi Perhatian Pemerintah

Senin, 02 November 2026 | 17:09

Cegah Kekerasan di Pesantren, Kemenag Buka Pelatihan Daring melalui MOOC Pintar

Senin, 02 November 2026 | 17:02

Selengkapnya