Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Wall Street Bergerak Hati-Hati Tunggu Laporan Keuangan

SELASA, 28 APRIL 2026 | 08:10 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar saham Amerika Serikat (AS) bergerak hati-hati pada awal pekan, karena investor menunggu berbagai agenda penting seperti laporan kinerja perusahaan, data ekonomi, keputusan suku bunga bank sentral, serta perkembangan ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Dikutip dari Reuters, Selasa 28 April 2026, pada penutupan perdagangan Senin, indeks Dow Jones turun 62,67 poin atau 0,13 persen menjadi 49.168,04. Sementara indeks S&P 500 naik 8,85 poin atau 0,12 persen menjadi 7.173,93, dan Nasdaq Composite menguat 50,50 poin atau 0,20 persen menjadi 24.887,10. 

Sepanjang sesi perdagangan, ketiga indeks bergerak naik-turun tanpa arah yang jelas, menandakan pelaku pasar masih menimbang langkah selanjutnya setelah reli besar pekan lalu.


Perhatian investor kini tertuju pada musim laporan keuangan kuartal pertama yang memasuki puncaknya. Sejumlah perusahaan teknologi raksasa dijadwalkan merilis laporan minggu ini, termasuk Amazon, Alphabet, Meta Platforms, Apple, dan Microsoft. Mereka akan menilai apakah investasi besar perusahaan-perusahaan tersebut dalam kecerdasan buatan (AI) mulai menghasilkan keuntungan nyata.

Selain itu, investor juga menunggu hasil rapat kebijakan suku bunga Federal Reserve yang berlangsung selama dua hari mulai Selasa. Bank sentral AS diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada level saat ini. Pernyataan resmi dan konferensi pers Ketua The Fed, Jerome Powell, akan menjadi perhatian utama pasar untuk mengetahui pandangan bank sentral terhadap kondisi ekonomi serta dampak kenaikan harga energi akibat konflik di Timur Tengah.

Di tingkat sektor, saham sektor layanan komunikasi mencatat kenaikan terbesar, sementara sektor barang kebutuhan pokok mengalami penurunan paling dalam. Beberapa saham individual juga menjadi sorotan, di antaranya Verizon yang naik 1,5 persen setelah menaikkan proyeksi tahunan berkat penambahan pelanggan yang lebih baik dari perkiraan. 

Sebaliknya, saham Domino’s Pizza merosot 8,8 persen setelah penjualan kuartal pertama tidak memenuhi ekspektasi pasar. Saham Nvidia juga melonjak 4 persen dan kembali mencapai valuasi pasar di atas 5 triliun Dolar AS.

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Djaka Budi Utama Belum Tentu Bersalah dalam Kasus Suap Bea Cukai

Sabtu, 09 Mei 2026 | 02:59

UPDATE

Habib Syakur Kritik Elite Politik: Demokrasi Jangan Dijadikan Arena Gaduh

Senin, 18 Mei 2026 | 10:20

MK Tegaskan Jakarta Masih Ibu Kota, Pengamat Sebut IKN Hanya Ambisi Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 10:02

Pakar Soroti Masalah Struktural yang Hambat Investasi Asing ke RI

Senin, 18 Mei 2026 | 09:56

Polemik Muktamar Mathla’ul Anwar Berlanjut ke Pengadilan

Senin, 18 Mei 2026 | 09:51

IHSG Ambles 190 Poin, Rupiah Terpukul ke Rp17.661 per Dolar AS

Senin, 18 Mei 2026 | 09:47

Emas Antam Turun di Awal Pekan, Termurah Rp1,4 Juta

Senin, 18 Mei 2026 | 09:32

Prabowo Tekankan Pangan Harga Mati, Siap Disalahkan Jika Rakyat Kelaparan

Senin, 18 Mei 2026 | 09:22

Awal Pekan, Dolar AS Masih Perkasa di Level 99 Setelah Reli Sengit Akhir Pekan

Senin, 18 Mei 2026 | 09:14

Harga Minyak Dunia Makin Naik, Kembali Sentuh 110 Dolar AS

Senin, 18 Mei 2026 | 08:44

Bursa Asia Tertekan, Kospi Paling Merah

Senin, 18 Mei 2026 | 08:18

Selengkapnya