Berita

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar. (Foto: RMOL/Alifia)

Nusantara

Cak Imin Klaim MBG Bikin Kemiskinan Ekstrem Menurun

SELASA, 28 APRIL 2026 | 02:30 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu faktor utama yang mendorong penurunan kemiskinan ekstrem di Indonesia.

Hal tersebut dikatakan Cak Imin setelah menyebut jumlah penduduk miskin ekstrem pada 2025 menyusut menjadi 2,2 juta orang, dari sebelumnya 3,56 juta orang.

“Yang paling berdampak tentu program makan bergizi gratis,” ujar Cak Imin di Plaza Jamsostek, Jakarta pada Senin, 27 April 2026.


Ia mengatakan, sebagai program prioritas nasional, MBG telah menjangkau puluhan juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.

“Untuk program prioritas nasional yang sangat efektif menjangkau penanggulangan kemiskinan, MBG telah menjangkau 60,2 juta penerima manfaat. 166 sekolah rakyat telah beroperasi dengan 14.963 siswa dari keluarga miskin,” bebernya.

Selain MBG, Ketua Umum PKB ini juga menyoroti penguatan sektor pangan yang dinilai turut berdampak pada kesejahteraan masyarakat, khususnya petani dan nelayan.

“Kemudian (program) kedaulatan pangan, misalnya hari ini soal ketersediaan pupuk, itu sangat berdampak pada tingkat produktivitas petani, nilai tukar petani NTP naik, bagus. Nelayan juga, itu program-program yang langsung konkret bisa dirasakan akibat skala prioritas yang tepat,” jelasnya.

Ia berharap, upaya mencapai swasembada dan ketahanan pangan dapat terus diperkuat, dan diikuti dengan penguatan sektor energi yang juga akan berdampak luas terhadap industri.

“Kita berharap swasembada pangan, ketahanan pangan, yang berikutnya ketahanan energi akan berdampak langsung pada industri yang lebih meningkatkan kesejahteraan rakyat,” pungkas Cak Imin.


Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cerita Zulhas, Numpang Helikopter TNI ke Bogor

Kamis, 17 September 2026 | 21:47

Hari Transportasi Nasional, Momentum Wujudkan Kedaulatan Energi Bersama Program B50

Kamis, 17 September 2026 | 21:17

Ulasan Buku: Sumbangan Filsafat dari Indonesia untuk Dunia yang Kehilangan Makna

Kamis, 17 September 2026 | 21:15

KPK Amankan Dokumen dan Bukti Elektronik dari Penggeledahan di Kementerian ATR/BPN

Kamis, 17 September 2026 | 20:53

Bahlil Pastikan BUK Pengganti SKK Migas Langsung di Bawah Presiden

Kamis, 17 September 2026 | 20:41

Haji Isam Borong 10 Miliar Saham Bayan Resources

Kamis, 17 September 2026 | 20:21

Prabowo Pimpin Sidang Dewan Energi Nasional, Dorong Persiapan Produksi E50

Kamis, 17 September 2026 | 20:04

Ekoteologi PTKIN Raih Penghargaan UI GreenMetric 2026

Kamis, 17 September 2026 | 19:44

Ratusan Karyawan PT HD Arjuna Tuntut Kembali Bekerja

Kamis, 17 September 2026 | 19:44

Bahlil Akui Kasus Korupsi Fahd A Rafiq Musibah bagi Golkar

Kamis, 17 September 2026 | 19:38

Selengkapnya