Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Yen di Ambang Krisis, Bank of Japan Pilih Main Aman?

SENIN, 27 APRIL 2026 | 10:35 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bank of Japan (BOJ) diprediksi kuat akan mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan Selasa 28 April 2026 esok. Langkah ini sebagai respons terhadap tingginya risiko global dan volatilitas pasar akibat konflik geopolitik. 

Situasi ini menjadi ujian komunikasi bagi Gubernur Kazuo Ueda, mengingat nilai tukar Yen yang terus tertekan di kisaran 159,50 per Dolar AS atau sangat dekat dengan zona intervensi pemerintah. 

Meskipun beberapa pekan lalu pasar sempat optimistis akan ada kenaikan suku bunga, ekspektasi tersebut kini anjlok hingga hanya menyisakan probabilitas 7 persen seiring meningkatnya ketidakpastian global akibat perseteruan Donald Trump dengan Iran yang memicu lonjakan harga minyak.


Menteri Keuangan Satsuki Katayama telah menegaskan koordinasi erat dengan Amerika Serikat untuk mengawasi gerakan spekulatif yang membebani Yen. 

Di sisi lain, para pembuat kebijakan di BOJ cenderung menjaga suku bunga di level 0,75 persen untuk sementara waktu, walaupun komitmen untuk menaikkan biaya pinjaman dalam jangka menengah tetap ada. 

Tantangan internal juga muncul dari potensi perpecahan suara di antara sembilan anggota dewan, di mana perbedaan pandangan mengenai ketahanan rantai pasok dan stabilitas harga energi menjadi faktor yang sangat diperhitungkan.

Gubernur Ueda kini menghadapi dilema besar dalam memberikan sinyal kebijakan ke publik. Sikap yang terlalu lunak dikhawatirkan akan memperparah kejatuhan Yen seperti kejadian April 2024, namun sikap yang terlalu agresif justru berisiko memukul pertumbuhan ekonomi domestik yang mulai rapuh. 

Kondisi ini kian rumit karena di saat yang sama, bank sentral besar seperti Federal Reserve dan European Central Bank juga diperkirakan akan menahan suku bunga mereka pekan ini, sehingga selisih suku bunga yang lebar tetap menjadi beban bagi mata uang Jepang.

Secara fundamental, Jepang sebenarnya mencatat percepatan inflasi pada Maret dan kenaikan harga produsen jasa tertinggi dalam beberapa dekade terakhir. 

Namun, melemahnya sentimen konsumen secara tajam mengisyaratkan adanya perlambatan permintaan di masa depan, yang kemungkinan besar akan memaksa BOJ memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun ini menjadi sekitar 0,8 persen. 

Pada akhirnya, langkah Ueda selanjutnya akan sangat bergantung pada kemampuannya menjaga keseimbangan antara tekanan inflasi yang memanas, stabilitas nilai tukar yen, dan risiko perlambatan ekonomi global yang kian nyata.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Sandy Rio Kuahaty Nakhodai GAMKI Jakut 2026-2029

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:26

Bawaslu Dorong Transformasi Digital dari Administrasi ke Pengawasan Berbasis Risiko

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:23

Kementerian HAM Perluas Akses Pendidikan Tak Hanya untuk ASN

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:14

Reformasi Kelistrikan Penting untuk Capai Ekonomi 8 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:01

Menkop Kukuhkan Yudi Azis sebagai Rektor IKOPIN Periode 2026–2031

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:44

Bahas Keamanan hingga Lapangan Kerja

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:42

Meracik Horor Komedi di Film Ghosthing, Ini Pandangan Peter Surya Wijaya

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:41

Tanggapi Survei Celios, Gibran Janji Kerja Lebih Baik

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:35

Mantan Pj Gubernur Sulsel Bantah Cawe-cawe Pengadaan Bibit Nanas

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:31

APBD DKI 2027 Diusulkan Rp82,89 Triliun, Naik 4,18 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:20

Selengkapnya