Berita

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube France24)

Dunia

Menlu Iran Terbang ke Rusia Usai Gagalnya Negosiasi dengan AS

SENIN, 27 APRIL 2026 | 09:42 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, melanjutkan perjalanan diplomatiknya ke Moskow setelah sebelumnya singgah di Muscat dan Pakistan. 

Dikutip dari Al-Jazeera, Senin 27 April 2026, Araghchi dijadwalkan bertemu pejabat tinggi Rusia termasuk Presiden Vladimir Putin, untuk membahas perkembangan konflik dengan Amerika Serikat (AS) dan peluang diplomasi terbaru.

Langkah ini diambil setelah upaya pembicaraan damai dengan AS mengalami kebuntuan. Meski belum ada negosiasi langsung, komunikasi tidak langsung masih terus berjalan melalui mediator. Iran bahkan dilaporkan mengirim pesan tertulis kepada Washington lewat Pakistan.


Pesan tersebut berisi “garis merah” Iran, terutama terkait program nuklir dan isu strategis lainnya. Namun, pesan itu ditegaskan bukan bagian dari negosiasi resmi, melainkan hanya sebagai penegasan posisi awal Teheran dalam menghadapi tekanan internasional.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump memperpanjang gencatan senjata yang mulai berlaku pada 7 April 2026. Gencatan ini sempat meredakan ketegangan setelah serangan militer gabungan AS-Israel terhadap Iran pada akhir Februari, tetapi belum menghasilkan kesepakatan damai jangka panjang.

Dampak konflik ini meluas ke tingkat global. Iran memblokir Selat Hormuz, jalur vital bagi distribusi energi dunia. Akibatnya, pasokan minyak, gas, dan pupuk terganggu, memicu kenaikan harga di berbagai negara. Sebagai respons, AS memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Harapan untuk membuka kembali jalur dialog sempat muncul ketika utusan AS direncanakan berkunjung ke Pakistan. Namun, rencana tersebut akhirnya dibatalkan. Trump menegaskan sikap keras Washington dengan mengatakan, “Kita memegang kendali penuh. Jika mereka ingin berbicara, mereka bisa menghubungi kita.”

Di tengah situasi yang belum pasti, Araghchi juga memanfaatkan kunjungannya untuk bertemu sejumlah pejabat penting di Pakistan. Ia mengaku masih meragukan keseriusan Amerika Serikat dalam menempuh jalur diplomasi. Pernyataan ini menegaskan bahwa meskipun konflik mulai mereda, jalan menuju perdamaian masih panjang dan penuh ketidakpastian.

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Djaka Budi Utama Belum Tentu Bersalah dalam Kasus Suap Bea Cukai

Sabtu, 09 Mei 2026 | 02:59

UPDATE

Habib Syakur Kritik Elite Politik: Demokrasi Jangan Dijadikan Arena Gaduh

Senin, 18 Mei 2026 | 10:20

MK Tegaskan Jakarta Masih Ibu Kota, Pengamat Sebut IKN Hanya Ambisi Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 10:02

Pakar Soroti Masalah Struktural yang Hambat Investasi Asing ke RI

Senin, 18 Mei 2026 | 09:56

Polemik Muktamar Mathla’ul Anwar Berlanjut ke Pengadilan

Senin, 18 Mei 2026 | 09:51

IHSG Ambles 190 Poin, Rupiah Terpukul ke Rp17.661 per Dolar AS

Senin, 18 Mei 2026 | 09:47

Emas Antam Turun di Awal Pekan, Termurah Rp1,4 Juta

Senin, 18 Mei 2026 | 09:32

Prabowo Tekankan Pangan Harga Mati, Siap Disalahkan Jika Rakyat Kelaparan

Senin, 18 Mei 2026 | 09:22

Awal Pekan, Dolar AS Masih Perkasa di Level 99 Setelah Reli Sengit Akhir Pekan

Senin, 18 Mei 2026 | 09:14

Harga Minyak Dunia Makin Naik, Kembali Sentuh 110 Dolar AS

Senin, 18 Mei 2026 | 08:44

Bursa Asia Tertekan, Kospi Paling Merah

Senin, 18 Mei 2026 | 08:18

Selengkapnya