Berita

Menu Makan bergizi gratis (MBG) yang disiapkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (Foto: Kantor Komunikasi Kepresidenan)

Nusantara

Survei Ungkap Program Makan Bergizi Jadi Motor Penggerak Ekonomi Lokal

SABTU, 18 APRIL 2026 | 07:01 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Prabowo-Gibran kini mulai menunjukkan taringnya. 

Meski sempat memicu perdebatan di awal, data terbaru membuktikan bahwa inisiatif ini bukan sekadar bantuan sosial biasa, melainkan pendorong utama kepuasan masyarakat sekaligus stimulus ekonomi di tingkat akar rumput.

Berdasarkan temuan Poltracking Indonesia, tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah saat ini mencapai angka yang sangat kuat, yaitu 75,1 persen. Dari total 74,1 persen masyarakat yang menyatakan puas terhadap kinerja pemerintah, program MBG muncul sebagai faktor kunci yang mendongkrak persepsi positif tersebut.


Peneliti Utama Poltracking Indonesia, Masduri Amrawi, menyoroti popularitas program ini.

“Kita mendalami program prioritas MBG. Dari data ini, 88 persen publik tahu tentang program yang sangat populer dan fenomenal ini, hanya saja yang puas terhadap program ini adalah 55 persen,” ujarnya, dalam keterangan yang dikutip redaksi di Jakarta, Sabtu 18 April 2026.

Data survei juga menunjukkan bahwa 36,5 persen responden menilai MBG sebagai program yang manfaatnya paling dirasakan secara langsung, melampaui efektivitas subsidi upah maupun layanan kesehatan.

Dukungan terhadap MBG juga datang dari kacamata ekonomi makro. Oscar Darmawan, pendiri sekaligus Chairman Indodax, menilai program ini sangat menarik karena mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah masif melalui unit-unit dapur di berbagai titik.

“MBG itu menyerap tenaga kerja yang besar. Dapur-dapur MBG di setiap titiknya menyerap tenaga kerja yang besar. Indonesia punya tantangan, dengan rakyat banyak tapi banyak pula yang nganggur. Kalau rakyat nganggur, itu efeknya tidak baik buat negara. Jadi salah satu jalannya adalah kita harus ada suatu usaha yang mempekerjakan orang banyak dengan *skill* yang bisa dipelajari semua orang,” ungkap Oscar.

Selain soal lapangan kerja, Oscar menekankan pentingnya asupan nutrisi bagi anak-anak di daerah yang selama ini kurang terjangkau makanan layak.

“Terlepas dari semua kontroversi tentang program MBG, tetap mereka lebih baik dapat makan siang daripada tidak makan. Daripada cuma makan snack-snack instan. Minimal di MBG mereka dapat nasi, ayam, dan telur,” tambahnya.

Oscar juga meyakini bahwa anggaran besar untuk MBG akan menciptakan perputaran uang yang inklusif. Menurutnya, dana APBN tersebut akan mengalir ke banyak pihak yang mengelola dapur, bukan hanya menumpuk pada segelintir orang.

Dampak nyata program ini sangat dirasakan oleh para produsen pangan di daerah. Samuel Seronadi, Ketua Kelompok Tani Bina Kasih di Sumba Barat Daya, menceritakan bagaimana MBG menyelamatkan hasil panen mereka.

“Kebetulan di kelompok tani kami sayuran kami ada beragam seperti kacang panjang, buncis, labu jepang, dan sawi, untuk pasokan MBG. Jumlah anggota kami ada 21 orang yang menggarap lahan masing-masing. Dengan adanya MBG yang ada di wilayah kami, tanaman kami jadi laku, tidak perlu susah-susah lagi ke pasar,” tuturnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Bali Disiapkan Jadi “Dubai Baru”, Duit Asing Bebas Pajak

Jumat, 08 Mei 2026 | 20:07

DPR Minta Pemerintah Cepat Terbitkan Aturan Turunan UU PPRT

Jumat, 08 Mei 2026 | 20:01

Dugaan Korupsi Dana APBD untuk Unsultra Dilaporkan ke KPK

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:57

DPR: Kode Etik Media Arus Utama Lebih Jelas Dibanding New Media

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:38

Tarumajaya Raih Paritrana Award Bukti Desa Berpihak kepada Rakyat

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:26

Polisi Sudah Periksa 39 Saksi Terkait Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:15

Ekonomi Tumbuh (Tidak) Disyukuri

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:11

Ombudsman RI Bentuk Majelis Etik untuk Tegakkan Integritas dan Profesionalisme

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:10

Sejarah Erupsi Gunung Dukono Masa ke Masa

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:06

PLN Bedah Mitigasi Risiko Pidana dalam Penerapan KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 08 Mei 2026 | 18:42

Selengkapnya