Berita

Anak buah kapal (ABK) asalh Indonesia. (Foto: Dok. INFISA)

Politik

Darurat! INFISA Desak Indonesia Selamatkan 13 ABK Terlantar di Azerbaijan

JUMAT, 17 APRIL 2026 | 14:42 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Indonesian Fisherman Association (INFISA) menetapkan status darurat terkait nasib 13 Anak Buah Kapal (ABK) asal Indonesia yang hingga kini masih terlantar di Baku, Azerbaijan.

Desakan keras pun dilayangkan kepada pemerintah agar segera mengambil langkah cepat dan konkret memulangkan para pelaut tersebut ke Tanah Air.

INFISA mengungkapkan, meski para ABK telah berhasil keluar dari wilayah konflik, mereka kini menghadapi krisis baru berupa ketidakpastian hukum, keterbatasan logistik, hingga lambannya proses repatriasi.


“Situasi ini bukan lagi persoalan administratif. Ini sudah masuk krisis perlindungan WNI di luar negeri yang serius,” tegas pernyataan INFISA dikutip redaksi, Jumat, 17 April 2026.

Kondisi para ABK dinilai sangat rentan dan berpotensi membahayakan keselamatan jiwa jika terus dibiarkan tanpa kepastian. Karena itu, negara wajib hadir tanpa kompromi.

INFISA menegaskan, dalam situasi darurat seperti ini, pemerintah tidak boleh terjebak dalam prosedur birokrasi yang berlarut-larut. Negara harus mengambil alih penuh tanggung jawab, mulai dari pembiayaan hingga koordinasi teknis pemulangan.

“Setiap detik keterlambatan adalah bentuk kelalaian negara dalam melindungi hak konstitusional warganya,” tegas INFISA.

Sebagai langkah konkret, INFISA mendesak pemerintah menjadikan repatriasi 13 ABK di Baku sebagai prioritas nasional. Mulai dari pemulangan segera, pengambilalihan seluruh biaya oleh negara, penghapusan hambatan birokrasi, hingga kehadiran aktif perwakilan diplomatik untuk menjamin keamanan dan kebutuhan dasar para pelaut.

Jika dalam waktu dekat tidak ada langkah nyata, mereka memastikan akan meningkatkan tekanan publik hingga membawa persoalan ini ke level nasional dan internasional.

“Negara tidak boleh kalah cepat dari krisis. Negara harus hadir sekarang juga,” tandasnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

KPK Panggil VP PT Valbury Asia Futures di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:31

Karhutla Ancam Orangutan, Puluhan Satwa Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:23

Kepala BPGMN hingga Menkopolkam Merapat ke Istana Jelang Ratas Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:22

Ancaman MSCI, Sudah Tepat OJK Sanksi Emiten Milik Prajogo Pangestu dan Franky Widjaja

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:20

Pemerintah Jangan Anggap Remeh Hasil Survei

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Kasus Dugaan Suap, KPK Panggil Pejabat Pemkab Lombok Barat dan Staf Hotel

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Roadmap IHT Dibutuhkan untuk Jamin Kepastian Usaha

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:05

Terancam Turun Kelas, BEI Temui MSCI Sore Ini

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:51

Kasus Suap Asuransi Perkapalan Pelni, KPK Panggil Petinggi Pialang Asuransi

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:45

Komisi III DPR Dukung Kapolri Dorong MUI Kaji Fatwa soal Vape

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:39

Selengkapnya