Berita

Presiden Tiongkok Xi Jinping (Foto: Reuters)

Dunia

Xi Jinping Yakinkan Trump: Tiongkok Tak Pernah Pasok Senjata ke Iran

KAMIS, 16 APRIL 2026 | 14:02 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan bahwa dirinya telah mengirim surat kepada Presiden Tiongkok Xi Jinping agar tidak memasok senjata ke Iran di tengah memanasnya konflik kawasan Timur Tengah.

Dalam wawancara dengan Fox Business Network, Trump menyebut bahwa Xi telah menjawab permintaannya tersebut dengan menegaskan Beijing tidak mengirimkan senjata ke Teheran. 

“Saya menulis surat kepadanya meminta agar dia tidak melakukan itu, dan dia membalas surat saya yang pada dasarnya mengatakan bahwa dia tidak akan melakukan itu," ujar Trump dalam program Mornings with Maria, seperti dikutip Kamis, 16 April 2026. 


Pernyataan tersebut muncul setelah pekan lalu Trump mengancam akan menjatuhkan tarif hingga 50 persen terhadap negara mana pun yang terbukti memasok senjata ke Iran. 

Langkah tersebut dinilai sebagai upaya menekan pihak-pihak eksternal agar tidak memperkeruh konflik yang sedang berlangsung.

Trump juga menegaskan bahwa dinamika pasar minyak global tidak akan memengaruhi rencana pertemuannya dengan Xi di Beijing pada 14-15 Mei mendatang. 

Dalam unggahan lanjutan di Truth Social, Trump mengklaim dirinya tengah membuka secara permanen jalur pelayaran di Selat Hormuz, yang selama ini menjadi titik krusial distribusi energi global. 

Ia bahkan menyebut Tiongkok akan menyambut langkah tersebut dengan positif. 

“Presiden Xi akan memberi saya pelukan besar ketika saya sampai di sana dalam beberapa minggu,” kata Trump.

Namun demikian, belum jelas apa yang dimaksud Trump dengan pernyataan tersebut. 

Hingga kini, arus pelayaran di Selat Hormuz masih mengalami gangguan signifikan. Gedung Putih juga belum memberikan klarifikasi resmi terkait klaim sang presiden.

Sekitar 45 hari setelah Garda Revolusi Iran menyatakan penutupan selat tersebut, lalu lintas kapal masih jauh di bawah kondisi normal sebelum perang. 

Sementara itu, upaya perundingan antara Washington dan Teheran disebut dapat kembali dilanjutkan pekan ini, meski sebelumnya berakhir tanpa kesepakatan.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

UPDATE

Titik Terang di Beltim, PT Timah Diperbolehkan Beli Timah Rakyat

Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:38

Mantri BRI Rela Terobos Kabut dan Jalan Terjal demi Jaga Asa Pelaku Usaha

Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:21

Alunan Bella Ciao Iringi Pembubaran Demo BEM UI

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:57

BEM UI: Kemerdekaan Indonesia Masih Semu

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:45

Serba-Serbi Demo, Intel Cegat Massa Tak Berseragam Merapat Barisan BEM UI

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:39

Peringatan Dini BMKG Modal Penting Hadapi Karhutla

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:28

MES Siapkan Jurus Jadikan Indonesia Pusat Ekonomi Syariah Dunia

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:13

Budaya KKN dan Koncoisme Penghalang Cita-cita Merdeka

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:00

Waspada! El Nino Tahun Ini Lebih Kuat dari 2015

Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:48

Said Abdullah: Rekam Jejak Destry-Aida Jadi Modal Pimpin BI

Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:38

Selengkapnya