Berita

Ilustrasi dolar AS dan rupiah. (Foto: Istimewa)

Politik

Utang Luar Negeri RI Membengkak, Kini Tembus Rp7.506 Triliun

RABU, 15 APRIL 2026 | 15:34 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia tercatat mencapai 437,9 miliar dolar AS atau setara Rp7.506 triliun pada Februari 2026.

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), posisi tersebut meningkat sekitar 3 miliar dolar AS dibandingkan Januari 2026 yang sebesar 434,9 miliar dolar AS. Sementara secara tahunan, ULN juga tumbuh 2,5 persen (yoy).

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso mengatakan, kenaikan utang luar negeri terutama dipengaruhi oleh sektor publik, khususnya bank sentral.


“ULN sektor publik khususnya bank sentral seiring dengan aliran masuk modal asing ke instrumen moneter, yakni Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Sementara itu, posisi ULN swasta mengalami penurunan,” kata Ramdan dalam keterangan resmi, Rabu 15 April 2026.

Ia merinci, posisi ULN pemerintah pada Februari 2026 mencapai 215,9 miliar dolar AS atau tumbuh 5,5 persen secara tahunan, meski sedikit melambat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 5,6 persen.

"Perkembangan posisi ULN pemerintah tersebut terutama dipengaruhi oleh penurunan posisi surat utang," kata Ramdan.

Sementara itu, peningkatan ULN Bank Indonesia,  didorong oleh kenaikan kepemilikan investor non-residen pada instrumen moneter yang diterbitkan BI, sejalan dengan kebijakan pro-market serta upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global.

Di sisi lain, ULN swasta tercatat sebesar 193,7 miliar dolar AS atau turun 0,7 persen secara tahunan. Penurunan ini terjadi pada kelompok lembaga keuangan maupun non-keuangan, masing-masing turun 2,8 persen dan 0,2 persen.

BI mengklaim struktur ULN Indonesia masih dalam kondisi sehat, ditopang prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan utang.

“Hal ini tecermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang tercatat sebesar 29,8 persen pada Februari 2026  serta dominasi ULN jangka panjang dengan pangsa 84,9 persen dari total ULN,” tandas Ramdan.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya