Berita

Aksi solidaritas terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus di depan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, Rabu, 8 April 2026. (Foto: Dokumentasi Eva Meliana Pasaribu)

Politik

Keluarga Rico Sempurna Pasaribu Beri Dukungan ke Andrie Yunus

RABU, 08 APRIL 2026 | 20:03 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Keluarga korban dugaan kekerasan oknum TNI, Eva Meliani Pasaribu membuat aksi solidaritas terhadap Aktivis KontraS, Andrie Yunus.

Dukungan solidaritas itu disampaikan Eva saat menggelar aksi damai di depan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, Rabu, 8 April 2026.

"Hidup korban, jangan diam, jangan diam, lawan. Mata Andrie Adalah mata rakyat yang memperjuangkan keadilan," kata Eva.


Eva sendiri merupakan anak dari almarhum Rico Sempurna Pasaribu, seorang wartawan yang seluruh keluarganya jadi korban pembunuhan berencana di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. 

Sebagai perempuan, dirinya kehilangan seluruh keluarga dan mengaku sangat mengetahui rasanya menjadi korban, serta menunggu keadilan datang.

"Sebagai orang yang pernah kehilangan seluruh keluarga saya, saya tahu persis bahwa korban tidak boleh dibiarkan sendirian. Keadilan tidak akan datang kalau kita diam. Kebenaran tidak akan muncul kalau kita takut. Dan negara tidak akan bertanggung jawab jika kita tidak menuntutnya," tegasnya. 

Itu sebabnya, Eva merasa sedih, kecewa dan marah atas apa yang menimpa Andrie Yunus.

"Ini harus diusut tuntas. Keadilan dan kebenaran tidak boleh lagi mati seperti api yang sudah mengambil anggota keluarga saya. Supaya tidak lagi ada orang yang berani yang dibungkam seperti ini. Saya mengutuk keras tindakan penyiraman yang terjadi kepada Bang Andrie," pungkas Eva.


Populer

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

UPDATE

Anomali Hukum Acara Pidana dalam Kasus Mantan Jampidsus

Minggu, 19 Juli 2026 | 22:14

Refleksi 30 Tahun Kudatuli, Prof Sukidi Ingatkan Bahaya Penyalahgunaan Alat Negara

Minggu, 19 Juli 2026 | 22:04

Gejolak Iran-AS Perpanjang Krisis Energi Global, Indonesia harus Belajar dari India

Minggu, 19 Juli 2026 | 21:41

Hotman Paris Harus Percaya Diri, Tak Perlu Bawa Presiden di Kasus Febri Ardiansyah

Minggu, 19 Juli 2026 | 21:17

Jerat Kemiskinan

Minggu, 19 Juli 2026 | 20:37

Polda Jateng Diminta Profesional Tuntaskan Sengkarut Proyek SMKN 1 Lumbir

Minggu, 19 Juli 2026 | 19:57

Polisi Gelar Patroli Nobar Final Argentina vs Spanyol

Minggu, 19 Juli 2026 | 19:22

KPK Usul Negara Biayai Alat Kampanye Pemilu

Minggu, 19 Juli 2026 | 18:35

Wamenaker Ingin Sinergi SP Pegadaian dan Manajemen jadi Role Model BUMN Lain

Minggu, 19 Juli 2026 | 18:05

Gerindra Tegaskan Prabowo Tak Pernah Intervensi Penegakan Hukum

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:53

Selengkapnya