Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: YouTube Sekretariat Presiden)

Politik

Prabowo Tidak Masalah Digulingkan, Tapi Harus Lewat Mekanisme Resmi

RABU, 08 APRIL 2026 | 15:11 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto akhirnya merespons isu penggulingan pemerintah saat memimpin rapat kerja Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 8 April 2026. 

Dalam arahannya, Prabowo menegaskan bahwa sebagai negara demokrasi, setiap pergantian kekuasaan wajib berjalan sesuai koridor hukum yang berlaku. Dia menolak pendekatan di luar sistem yang berpotensi memicu instabilitas.

Prabowo pun mengaku tidak keberatan jika dimakzulkan, selama ditempuh melalui mekanisme resmi di DPR, MPR, dan Mahkamah Konstitusi (MK).


“Bisa juga melalui impeachment, tidak ada masalah. Tapi impeachment ya melalui saluran, ada salurannya. DPR, MK, MPR dilakukan tidak masalah,” tegasnya.

Kepala Negara kemudian mengingatkan bahwa Indonesia memiliki rekam jejak pergantian kepemimpinan yang berlangsung damai tanpa kekerasan.

“Bung Karno turun dengan damai. Pak Harto turun dengan damai. Gus Dur turun dengan damai. Melalui proses, tidak melalui kekerasan,” tegasnya.

Untuk itu, Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa untuk tetap percaya pada sistem yang telah dibangun para pendiri bangsa. 

Ia mengingatkan agar masyarakat tidak terjebak dalam ambisi dan ego sempit yang justru bisa dimanfaatkan kekuatan asing untuk memecah belah bangsa.

"Kita tidak sadar. Justru ratusan tahun, ego ambisi ini digunakan oleh kekuatan asing. Itu namanya diveda et impera," tegas Prabowo. 

Pengamat Pengamat Saiful Mujani dalam forum Halal Bihalal di Utan Kayu, Jakarta Timur, pada 31 Maret 2026, menyerukan konsolidasi masyarakat sipil hingga aksi massa guna menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto. Pernyataan tersebut kemudian menjadi perbincangan luas setelah videonya beredar.

Ia beralasan, jalur formal seperti pemakzulan dinilai tidak lagi efektif karena kuatnya dukungan politik pemerintah di parlemen. Karena itu, ia mendorong tekanan publik sebagai alternatif.

"Yang jalan hanya ini. Bisa nggak kita mengkonsolidasikan diri untuk menjatuhkan Prabowo. Hanya itu, kalau nasihati Prabowo nggak bisa juga. Bisanya hanya dijatuhkan. Itulah menyelamatkan, bukan menyelamatkan Prabowo tapi menyelamatkan diri kita dan bangsa ini," kata Mujani dalam video yang beredar.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Jasa Kiai Kampung

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:26

Waketum MUI Usul Gaji Guru Pesantren di Atas UMR

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:16

Jangan Takut Kritik Pemerintah

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:04

Saham BYAN Mencuat, IAW Ingatkan soal Pengawasan Regulator

Minggu, 30 Agustus 2026 | 03:20

Melawan Amplop di Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 03:08

Program Streamlining Danantara Tak Boleh Identik dengan PHK

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:38

Investor Diajak Terlibat 37 Proyek Investasi Strategis di Jakarta

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:17

Budi Arie Tolak Cabut Analisis Pemilu sebelum 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:02

Jangan Berhenti pada Janji 15 Desember

Minggu, 30 Agustus 2026 | 01:35

Pajak Diduga Bocor Rp5 Triliun, Purbaya Kantongi 40 Nama Perusahaan Baja

Minggu, 30 Agustus 2026 | 01:21

Selengkapnya