Berita

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa saat ditemui pada Selasa, 7 April 2026. (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

Menkeu Purbaya:

Beban Hidup Rakyat Bertambah dan Ekonomi Melambat Jika BBM Naik

SELASA, 07 APRIL 2026 | 17:41 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Kebijakan menahan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dilakukan pemerintah dengan mempertimbangkan beban hidup masyarakat, terutama kelompok kecil.

Hal tersebut dikatakan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di tengah lonjakan harga minyak dunia imbas perang di negara Teluk.

Bendahara negara itu menilai kenaikan harga BBM justru akan berdampak langsung pada daya beli masyarakat dan berpotensi memperlambat ekonomi. Untuk itu, pemerintah memilih menahan harga BBM sampai akhir tahun 2026.


"Orang di luar pasti protes, kenapa pemerintah atau pak presiden tidak menaikkan BBM aja biar uangnya banyak? Ini ada perdebatan yang cukup lama di ekonomi itu, di kalangan ekonomi. Yang pertama yang jelas, ketika BBM naik, beban hidup rakyat banyak, terutama yang kecil kan terganggu," ujar Purbaya saat ditemui di kantin Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa 7 April 2026.

Ia menjelaskan, perdebatan soal kenaikan BBM tidak hanya soal fiskal, tetapi juga menyangkut efektivitas pengelolaan uang antara pemerintah dan masyarakat.

Menurutnya, jika harga BBM dinaikkan, maka sebagian uang yang sebelumnya dibelanjakan masyarakat akan berpindah ke kas pemerintah. Uang tersebut kemudian akan dibelanjakan kembali oleh pemerintah melalui berbagai program dan anggaran.

"Kalau saya naikin BBM-nya, uangnya kan jadi punya saya, tapi rakyat kan harus bayar lebih. Melambat kan ekonominya. Uang saya punya, saya akan belanjakan. Kalau saya sama jagonya dengan masyarakat membelanjakan uang, pertumbuhan nggak hilang. Tapi kan sekarang pertanyaannya, siapa yang lebih efisien mengalokasikan uang tadi? Masyarakat atau pemerintah?" tegas dia.

Purbaya menilai, dalam banyak kasus masyarakat justru lebih efisien dalam membelanjakan uang karena pengeluaran dilakukan langsung sesuai kebutuhan sehari-hari. Sebaliknya, belanja pemerintah harus dibagi ke banyak sektor sehingga berpotensi kurang tepat sasaran.

"Tapi siapa yang lebih efisien? Anda gaji 1.000, saya ambil 500, saya belanjain, Anda belanjain semuanya 500. Dibanding Anda gaji 1.000, saya ambil 900 perak, Anda punya 100, Anda belanja 100, saya ambil 400 lebih kan. Yang 400 lebih ini, saya belanja yang lebih baik nggak dengan Anda belanja? Hampir pasti nggak," bebernya.

"Karena dia belanja sesuai dengan kebutuhannya, sehingga pas. Kalau saya bisa aja bagi-bagi pokok rata tuh, entah kementerian, lembaga, sehingga efisiensinya berkurang," tandasnya.


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya