Berita

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking revitalisasi Pasar Gardu Asem di Jakarta Pusat dan Pasar Kramat Jaya di Jakarta Utara. (Foto: PPID DKI Jakarta)

Nusantara

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

SELASA, 07 APRIL 2026 | 02:25 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Pasar tradisional memiliki kontribusi besar terhadap ekonomi Jakarta, termasuk sebagai ekosistem bagi ratusan ribu pelaku UMKM. Bahkan, pasar juga menjadi ruang interaksi sosial dan budaya yang tidak tergantikan oleh pusat perbelanjaan modern.

Demikian dikatakan Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris melalui keterangan tertulis di Jakarta, dikutip Selasa 7 April 2026.

Namun demikian, Fahira menilai masih terdapat berbagai tantangan mendasar yang harus diselesaikan agar revitalisasi benar-benar berdampak signifikan. Tantangan ini mulai dari kondisi fisik, kebersihan, tata kelola yang belum optimal, hingga perubahan perilaku konsumen yang beralih ke belanja digital/online. 


Selain itu, tantangan lain seperti lemahnya integrasi dengan transportasi publik, terbatasnya digitalisasi, hingga belum optimalnya pemberdayaan pedagang menjadi pekerjaan rumah bersama dalam memperkuat daya saing pasar rakyat.

Menurut Fahira, jika dikelola dengan baik, pasar tradisional justru memiliki posisi strategis dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang inklusif, berbudaya, dan berdaya saing.

“Pasar adalah wajah ekonomi rakyat sekaligus identitas kota. Di banyak kota dunia, pasar tradisional justru menjadi destinasi utama yang memperkuat daya tarik global kota tersebut,” kata Fahira.

Untuk itu, Fahira menyampaikan lima strategi utama agar pasar tradisional benar-benar menjadi fondasi Jakarta sebagai kota global. Pertama, memastikan revitalisasi tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pembenahan tata kelola, kelembagaan, dan profesionalisme pengelola pasar agar lebih akuntabel dan berkelanjutan.

Kedua, memperkuat pemberdayaan dan kesejahteraan pedagang melalui pelatihan, akses pembiayaan, perlindungan sosial, serta peningkatan kapasitas agar mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.

Ketiga, mempercepat digitalisasi pasar, termasuk perluasan transaksi non-tunai, sistem pencatatan keuangan, hingga pemasaran berbasis digital untuk meningkatkan daya saing pedagang.

Keempat, mengembangkan pasar sebagai ruang terpadu (mixed use) yang mengintegrasikan fungsi ekonomi, sosial, budaya, bahkan wisata, sehingga menarik bagi semua kalangan termasuk generasi muda.

Kelima, memastikan integrasi pasar dengan sistem transportasi publik dan penataan kawasan sekitar agar aksesibilitas meningkat serta menciptakan lingkungan pasar yang aman, nyaman, dan inklusif.

“Jika pasar rakyat kita kuat, modern, dan berdaya saing, maka fondasi ekonomi Jakarta juga akan semakin kokoh. Dari sinilah Jakarta bisa tumbuh sebagai kota global yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga berkeadilan dan berakar pada kekuatan warganya,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking revitalisasi Pasar Gardu Asem di Jakarta Pusat dan Pasar Kramat Jaya di Jakarta Utara. Groundbreaking revitalisasi ini dilakukan di Pasar Gardu Asem, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin 6 April 2026.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya